Thx God,,,,
Jum’at 16 Juli 2010
Wuahhhhh,,,, benar-benar hari yang menakjubkan,meskipun di pagi hari sempat merasa kesepian,,,
Tetapi saat sore menjelang saya benar-benar speechless,,, bagaimana tidak kabar gembira itu datang berturut-turut,,,
Kabar gembira pertama,, saatnya mengecek saldo di bank, sapa tahu beasiswa itu benar-benar cair, karena PIN kartu ATM yang belum aku urus aku harus berjalan ke bank M*****I,, setelah berdiri ditengah antrean yang lumyan panjang akhirnya giliranku tiba, aku menyerahkan buku tabungan berwarna biru itu ke teller,, krekkk,krekkk,, mesin pencentak angka dan huruf itu berbunyi dan menuliskan beberapa angka di buku tabunganku,,, dan alhamdulillah, saldonya nambah,,,,wuah,,!!! Bisa buat bayar SPP semester 3 nih,, thx god,,,
Kabar gembira kedua,, hmmm mengisi perut dulu ah,,, sambil bikin desain jaket kelompok studi,, tiba-tiba satu pesan masuk di hp q,,,” buat, teman-teman yang mengikuti seleksi Rintisan Internasional Class pengumuman bis dilihat di blog nya Mr, Nur //http:misternoer.blog.undip.ac.id//. Ahahay langsung saja aku meng sms i teman-temanku yang di fasilitasi modem,hufth tak satupun sadarkan diri maklum waktunya tidur siang,, tak lama kemudian jarkom El_zee masuk di hp q dan menyebutkan namaku sebagai salah satu peserta yang lolos ,,, wuahhh, thx god aku bisa memperbaiki englishku di kelas ini,,, semoga engkau selalu memberiku kemudahan dikelas yang baru,,,
Kegembiraan ketiga,,,ada satu lagi yang ku tunggu nilai satu mata kuliah belum keluar, sudah jenggotan saya menunggunya,, tak lama berselang dari jarkom International Class,, jarkom El_Zee kembali masuk ke ponsel q, mengumumkan apa yang aku tunggu dan hasilnya, alhamdulillah lagi,,, nilai yang baru saja keluar membuat apa yang saya harapkan terwujud,, perfecto!
Hmmm,,,
Semangat Ndon,,,,!!!! Satu persatu harapanmu mulai terwujud bukan? Itu berati kamu harus semakin kencang berlari mengejar mimpi-mimpi,,,
Hehehe,,,
3 dari begitu banyak harapan yang baru kamu tulis kemaren sudah terwujud berarti sudah 3 buah mimpi yang tercoret dari daftar karena sudah terwujud,,,’
Ayo semangat international essay competition harus dapet entah taun ini tahun depan yang penting dalam waktu dekat ini kamu harus meraihnya,,yang dalam negeri apa lagi harus jebol donk meskipun Cuma satu ,,,
Hahahah,,,saya mulai merindukan prestasi-prestasi itu,,, hey US, Netherland, UK, Japan, Greece,, Dondon coming,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bahagia bisa datang kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja, kuncinya satu, nikmati saja momentnya, tidak peduli dimana, kapan dan dengan siapa asal kamu menikmati, pasti bahagia akan terasa disitu ..
Thursday, July 22, 2010
Tuesday, July 13, 2010
Jateng Fair
Senin 5 juli 2010
Hmmm,,,
Akhirnya jateng fair saya datang, bermula dari meminta tolong untuk diantarkan ke terminal saat pulang, ajakan itu muncul juga, ahahay ,,, meskipun sedikit membuat saya jengkel diawal dengan kata-kata yang belibet (niat ngajak g sih sebenernya),,, keputusan diambil, selepas maghrib kita berangkat dengan berbagai syarat yang dia ajukan pertama dilarang cubit dan mukul, kedua ga boleh ada kata terserah, ketiga ga boleh plin plan,,,(hah,, yang pertama dan kedua adalah hoby ku bagaimana mungkin aku tak melakukannya?),,
Membelah jalanan kota semarang yang cukup padat, maklum jam pulang kantor, tanpa sepatah katapun terucap dari mulutku begitupun si jelek, lampu merah dikawasan tugu muda menghentikan laju si black “ mulutnya lagi di jahit ya?” akhirnya jelek bersuara, asal saja aku jawab “ sariawan” setelah itu black kembali melaju dengan sedikit ngebut pula, untuk mengejar waktu karena letak PRPP lokasi Jateng Fair lumayan jauh, akhirnya saat adzan isya’ berkumandang Jateng Fair sudah didepan mata, meskipun belum terlalu ramai,,,
Setelah mencarikan tempat untuk si black, dan membelikan tiket, kami memasuki arena jateng fair, sempat bingung dengan apa yang akan dilakukan, sepi banget soalnya, akhirnya jelek mengajakku berkeliling di berbagai stunt dari pegawai pemerintahan, ketika melintas didepan stunt RSJD ahahay,,, “ kenapa kamu ga masuk situ aja mas cocik deh kayaknya”<>” yee,, enak aja kalo aku masuk kamu pasti masuk juga” akhirnya kita hanya tertawa cekikikan,,,
Keluar dari stunt pemerintahan kita menuju stunt lukisan ditengah jalan ketika melihat stunt pengobatan spiritual gratis,” lhoh mas ko masih disini?”<>” he???”<>”itu kan mejanya masih kosong satu bukannya itu mejanya mas?”<>” eh iya, yaudah temenin yuk ato kamu yang jadi pasienya”<>” yeee,, ogah!” cekikikan lagi hahahhaha,,,
Stunt lukisan, waow ternyata spesialis lukisan horor oh tidak aku menolak masuk langsung saja kutarik tangan jelek menjauh dari stunt itu, kemudian kami memasuki stunt potensi kabupaten,,berbagai kabupaten di Jawa Tengah memamerkan hasil dari usaha mikro danusaha khas daerah masing-masing,, hmmmm, sebagai anak klaten pastinya kita mencari stunt dari kabupaten kita tercinta,,, tapi ternyata,oh tidak sangat mengecewakan barang yang dipamerkan dalam stunt kecil itu sangatlah tidak khas,, “ masih bangga sama klaten kalo kaya gini?”<>”masih bangga sih mas tapi,,,,,yaudah ah pergi aja pura-pura bukan orang klaten,,” hahahaha,,,,
Selanjutnya menuju stunt iptek berbagai macam percobaan fisika layaknya di taman pintar jogjakarta ditampilkan, mencba mempraktekkan beberapa macam percobaan, , hahaha,, kita kembali seperti anak kecil lagi apalagi saat si jelek melihat simulasi terbang dia begitu tertarik aku memintanya untuk mencoba tapi ia menolak (heheghe malu kali soalnya yang cobain anak-anak kecil) apalagi saat ia melihat mainan helikopter dengan remote control yang benar-benar bisa terbang oh my G dia benar-benar tertarik dan aku hanya bisa menertawakan mahasiswa semester enam itu,,,,
Puas berkeliling kami memutuskan untuk pulang setelah berkali-kali aku meminta pulang, pukul 20.45 akhirnya bersama si black kami meluncur ke tembalang, setelah itu seperti biasa makan penyet jadi agenda,
Pukul 21.15 aku sampai di wisma, dan tiba-tiba teriakan itiu terdengar, “ dedew iqob 3 ayat” sebenernya udah diingetin lewat sms suruh cepet pulang, hehehe aku Cuma bisa nyengir tanpa rasa bersalah,,,
Hmmm,,,
Akhirnya jateng fair saya datang, bermula dari meminta tolong untuk diantarkan ke terminal saat pulang, ajakan itu muncul juga, ahahay ,,, meskipun sedikit membuat saya jengkel diawal dengan kata-kata yang belibet (niat ngajak g sih sebenernya),,, keputusan diambil, selepas maghrib kita berangkat dengan berbagai syarat yang dia ajukan pertama dilarang cubit dan mukul, kedua ga boleh ada kata terserah, ketiga ga boleh plin plan,,,(hah,, yang pertama dan kedua adalah hoby ku bagaimana mungkin aku tak melakukannya?),,
Membelah jalanan kota semarang yang cukup padat, maklum jam pulang kantor, tanpa sepatah katapun terucap dari mulutku begitupun si jelek, lampu merah dikawasan tugu muda menghentikan laju si black “ mulutnya lagi di jahit ya?” akhirnya jelek bersuara, asal saja aku jawab “ sariawan” setelah itu black kembali melaju dengan sedikit ngebut pula, untuk mengejar waktu karena letak PRPP lokasi Jateng Fair lumayan jauh, akhirnya saat adzan isya’ berkumandang Jateng Fair sudah didepan mata, meskipun belum terlalu ramai,,,
Setelah mencarikan tempat untuk si black, dan membelikan tiket, kami memasuki arena jateng fair, sempat bingung dengan apa yang akan dilakukan, sepi banget soalnya, akhirnya jelek mengajakku berkeliling di berbagai stunt dari pegawai pemerintahan, ketika melintas didepan stunt RSJD ahahay,,, “ kenapa kamu ga masuk situ aja mas cocik deh kayaknya”<>” yee,, enak aja kalo aku masuk kamu pasti masuk juga” akhirnya kita hanya tertawa cekikikan,,,
Keluar dari stunt pemerintahan kita menuju stunt lukisan ditengah jalan ketika melihat stunt pengobatan spiritual gratis,” lhoh mas ko masih disini?”<>” he???”<>”itu kan mejanya masih kosong satu bukannya itu mejanya mas?”<>” eh iya, yaudah temenin yuk ato kamu yang jadi pasienya”<>” yeee,, ogah!” cekikikan lagi hahahhaha,,,
Stunt lukisan, waow ternyata spesialis lukisan horor oh tidak aku menolak masuk langsung saja kutarik tangan jelek menjauh dari stunt itu, kemudian kami memasuki stunt potensi kabupaten,,berbagai kabupaten di Jawa Tengah memamerkan hasil dari usaha mikro danusaha khas daerah masing-masing,, hmmmm, sebagai anak klaten pastinya kita mencari stunt dari kabupaten kita tercinta,,, tapi ternyata,oh tidak sangat mengecewakan barang yang dipamerkan dalam stunt kecil itu sangatlah tidak khas,, “ masih bangga sama klaten kalo kaya gini?”<>”masih bangga sih mas tapi,,,,,yaudah ah pergi aja pura-pura bukan orang klaten,,” hahahaha,,,,
Selanjutnya menuju stunt iptek berbagai macam percobaan fisika layaknya di taman pintar jogjakarta ditampilkan, mencba mempraktekkan beberapa macam percobaan, , hahaha,, kita kembali seperti anak kecil lagi apalagi saat si jelek melihat simulasi terbang dia begitu tertarik aku memintanya untuk mencoba tapi ia menolak (heheghe malu kali soalnya yang cobain anak-anak kecil) apalagi saat ia melihat mainan helikopter dengan remote control yang benar-benar bisa terbang oh my G dia benar-benar tertarik dan aku hanya bisa menertawakan mahasiswa semester enam itu,,,,
Puas berkeliling kami memutuskan untuk pulang setelah berkali-kali aku meminta pulang, pukul 20.45 akhirnya bersama si black kami meluncur ke tembalang, setelah itu seperti biasa makan penyet jadi agenda,
Pukul 21.15 aku sampai di wisma, dan tiba-tiba teriakan itiu terdengar, “ dedew iqob 3 ayat” sebenernya udah diingetin lewat sms suruh cepet pulang, hehehe aku Cuma bisa nyengir tanpa rasa bersalah,,,
Dan Mereka adalah Sahabat,
Sabtu, 19 Juni 2010
El_zee bersekongkol dengan Rohmat Hidayat( cowoknya Sasti) untk memberi surprise pada sasti yang saat itu menjadi salah satu finalis lomba essay yang diadakan Kompas. Hari itu sasti harus mengikuti debat antar finalis di Premiere Shantika Hotel yang terletak di kawasan Pandanaran. Awalnya sasti memintaku untuk hadir dalam acara itu tapi dengan dalih mempersiapkan USM STAN aku menolaknya secara halus, kemudia ide itu muncul dari Anis yang kemudian bersekongkol dengan Rohmat. Setelah menempuh perjalanan yang menguras emosi akhirnya El_zee sampai di lobi Premier Shantika Hotel, Rohmat menyambut kedatangan kita di lobi. kita masuk keruangan yang belum terlalu ramai itu dan SURPRISE!!!!!!!!!!!!!!! sukses, sasti sangat terharu dengan kedatangan kami ber enam. Hmm, debat dimulai bukan hanya sasti saja yang berdebar-debar El_zee yang berkumpul di meja sebelah kiri layarpun tak kalah berdebarnya, sambil menikmati coffebreak, kita menyaksikan sasti yang sedang beraksi, dan sukses sasti menagntongi juara ke-2, hmm foto-foto bersama sasti dan trophy nya pun menjadi keharusan… acara selesai, El_zee menemaniku melihat ruangan yang akan aku tempati untuk USM STAN esok pagi di SMA 3 Semarang yang sebelumnya telah diunjukkan oleh jelek padaku. Setelah berputar-putar selama setengah jam akhirnya ruang Geo I berhasil ditemukan. El_zee yang baru saja selesai menunaikan sholat ashar memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Citra Land( sedikit terheran dengan rencana ini), OK akupun setuju meskipun aku sebenarnya tak terlalu suka suasana mal. Akhirnya sampai juga di CL, aku heran sebenarnya apa yang dicari oleh sahabat-sahabatku itu? Mereka hanya berkeliling dan aku hanya menurut saja, ketika aku bertanya Siti menjawab “ aku mo ganti kacamata tapi optiknya belum ktemu”.
OK aku menurut, kita dipecah menjadi 2 kelompok tapi aku bersama Anis malah masuk ke toko buku, hah aku takut tak mampu mengontrol diri akhirnya aku memutuskan untuk keluar, tak lama kemudian optic yang dituju ditemukan. Aku memilihkan frame kacamata untuk Siti, lalu teman-teman el_zee memintaku untuk ikut memeriksakan mataku yang kebetulan juga minus dan hasilnya minus ku naik dari 1.25 menjadi 1.75. Siti masih sibuk memilih frame, dan kemudian meyakinkanku farme mana yang menurutku bagus. Aku memilihkannya frame berwarna merah transparan yang cantik dan terlihat trendi, sekali lagi ia meyakinkanku yang lain hanya sibuk melihat-lihat dan terlihat cuek.
“ yaudah mbak berarti frame nya yang merah trus minusmu tadi berapa wik?”
What????? Aku tak mengeti dengan perkataan Siti bukannya dia yang berniat mengganti kacamata, lalu kenapa hasil pemeriksaan minus ku yang di pakae? Dan lagi-lagi SURPRISE!!!!!!!!!!!!!!!!!!! “ Kacamata itu buat kamu wik, maaf kita Cuma bisa ngasih ini, dipake ya wik”, ouw,, speechless aku tak mampu berkata-kata aku terharu seperti sasti siang tadi, ingin berterimakasih dan mereka memelukku tentunya kecuali ido kalo ada bagas kecuali dia juga,,,thx a lot el_zee, hari ini membuatku sadar bahwa aku masih bisa menyayangi dan disayangi,,, thx a lot love u all guys….( Sasti, Menik, Putri, Anis, Ido, Bagas, Ika, Me, Siti)
El_zee bersekongkol dengan Rohmat Hidayat( cowoknya Sasti) untk memberi surprise pada sasti yang saat itu menjadi salah satu finalis lomba essay yang diadakan Kompas. Hari itu sasti harus mengikuti debat antar finalis di Premiere Shantika Hotel yang terletak di kawasan Pandanaran. Awalnya sasti memintaku untuk hadir dalam acara itu tapi dengan dalih mempersiapkan USM STAN aku menolaknya secara halus, kemudia ide itu muncul dari Anis yang kemudian bersekongkol dengan Rohmat. Setelah menempuh perjalanan yang menguras emosi akhirnya El_zee sampai di lobi Premier Shantika Hotel, Rohmat menyambut kedatangan kita di lobi. kita masuk keruangan yang belum terlalu ramai itu dan SURPRISE!!!!!!!!!!!!!!! sukses, sasti sangat terharu dengan kedatangan kami ber enam. Hmm, debat dimulai bukan hanya sasti saja yang berdebar-debar El_zee yang berkumpul di meja sebelah kiri layarpun tak kalah berdebarnya, sambil menikmati coffebreak, kita menyaksikan sasti yang sedang beraksi, dan sukses sasti menagntongi juara ke-2, hmm foto-foto bersama sasti dan trophy nya pun menjadi keharusan… acara selesai, El_zee menemaniku melihat ruangan yang akan aku tempati untuk USM STAN esok pagi di SMA 3 Semarang yang sebelumnya telah diunjukkan oleh jelek padaku. Setelah berputar-putar selama setengah jam akhirnya ruang Geo I berhasil ditemukan. El_zee yang baru saja selesai menunaikan sholat ashar memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Citra Land( sedikit terheran dengan rencana ini), OK akupun setuju meskipun aku sebenarnya tak terlalu suka suasana mal. Akhirnya sampai juga di CL, aku heran sebenarnya apa yang dicari oleh sahabat-sahabatku itu? Mereka hanya berkeliling dan aku hanya menurut saja, ketika aku bertanya Siti menjawab “ aku mo ganti kacamata tapi optiknya belum ktemu”.
OK aku menurut, kita dipecah menjadi 2 kelompok tapi aku bersama Anis malah masuk ke toko buku, hah aku takut tak mampu mengontrol diri akhirnya aku memutuskan untuk keluar, tak lama kemudian optic yang dituju ditemukan. Aku memilihkan frame kacamata untuk Siti, lalu teman-teman el_zee memintaku untuk ikut memeriksakan mataku yang kebetulan juga minus dan hasilnya minus ku naik dari 1.25 menjadi 1.75. Siti masih sibuk memilih frame, dan kemudian meyakinkanku farme mana yang menurutku bagus. Aku memilihkannya frame berwarna merah transparan yang cantik dan terlihat trendi, sekali lagi ia meyakinkanku yang lain hanya sibuk melihat-lihat dan terlihat cuek.
“ yaudah mbak berarti frame nya yang merah trus minusmu tadi berapa wik?”
What????? Aku tak mengeti dengan perkataan Siti bukannya dia yang berniat mengganti kacamata, lalu kenapa hasil pemeriksaan minus ku yang di pakae? Dan lagi-lagi SURPRISE!!!!!!!!!!!!!!!!!!! “ Kacamata itu buat kamu wik, maaf kita Cuma bisa ngasih ini, dipake ya wik”, ouw,, speechless aku tak mampu berkata-kata aku terharu seperti sasti siang tadi, ingin berterimakasih dan mereka memelukku tentunya kecuali ido kalo ada bagas kecuali dia juga,,,thx a lot el_zee, hari ini membuatku sadar bahwa aku masih bisa menyayangi dan disayangi,,, thx a lot love u all guys….( Sasti, Menik, Putri, Anis, Ido, Bagas, Ika, Me, Siti)
Lagi-lagi Untitled
Hey ! ada cerita yang lupa belum aku tulis,,, apa ya judul yag cocok? Dondon Si Bolang kali ya????????hahahaha, konyol juga sih nih cerita,,,
Sebuah perjalanan yang berawal dari ke-o’on-an seorang Dondon (kapan sih aku kagak o’on?)
Ceritanya aku pengen daftar buat ikut Tes STAN, batas akhir pendaftaran yang tertulis di web adalah hari Jum’at tanggal 4 Juni 2010. Anda tahu apa yang terjadi? Hahaha,,pastinya tidak kan?
Dari tanggal 29 Juni, aku harus mempersiapkan materi untuk acara pendidikan kesehatan di posyandu lansia kecamatan Banyumanik, ( udah kayak orang o’on juga pas latihan ngomong sendiri kagak jelas). Buat persiapannya aja aku harus nginep hampir 4 hari di kos-kosan Thumbelina. Tapi tak apalah dari hasil konsul dan latihan serta gambar flip chart yang lumayan menarik, acara pendkesh sukses berat, sampai-sampai para lansia yang hadir pada nyalamin kita berlima, ngedoain kita biar cepet lulus dan lancar jodoh( heehehheee,,, aminnnn!!!!!!!!), pujian dari ibu susan pun berhasil dikantongi, tapi efek sampingnya adalah aku lupa tidak mempersiapkan berkas untuk pendaftaran STAN, tanggal 1 juni berlalu berarti acara pendkesh yang sukses itu, sudah harus di coret dari agenda . mm saatnya mempersiapkan berkas dan rencananya hari Rabu tanggal 2 Juni ku berencana meluncur ke pelabuhan Tanjung Mas untuk mendaftar, tapi oo apa yang terjadi , tanggal 1 Juni malam aku mengecek berkas dan ternyata,,, ijazah ku ada di Klaten panic lah aku, akhirnya aku menghubungi orang rumah , ok sementara semuanya ok besok pagi ijazah bisa dikirim lewat pos,
Rabu pagi tanggal 2 Juni kabar mengejutkaan itu datang, ternyata eh ternyata ijasahnya ga bisa sampai di Semarang hari Kamis paling tidak hari Jum’at baru nyampe. Aduh gawat!!!
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Klaten har i itu juga selepas praktek KDDK, jadwal praktek selesai pukul 17.00. tapi biasalah Indonesia, praktek molor sampai pukul 17.15 dan pukul 17.30 aku baru keluar kampus, jelek sudah aku hubungi untuk mengantarkanku keterminal dan ia bersedia. Tapi,,,,,,,,,,, satu penghalang kembali muncul oh my G, aku lupa ternyata aku masih punya seember cucian yang sudah terlanjur aku rendam, bagaimana mungkin akau meninggalkannya begitu saja, akhirnya kepulangan diundur, aku harus nyuci dulu.
Pukul 18.30 semua selesai, tapi,,,, berani pulang ga ya,,, jam berapa sampai rumah,,, hp ku berbunyi telepon rumah om ku memanggil , dan bulik yang berbicara , pasukan dirumah sudah disiagakan untuk menjemput jam berapapun aku sampai di terminal, tapi tetap saja nyaliku ciut dan ini membuatku menangis. Akhirnya jelek datang, mengantarkanku ke terminal, sampai diterminal aku masih saja menangis OK kali ini jelek jadi sasaran keanarkisan ku(lagi), pukulan itu mendarat bertubi-tubi dibahunya yang ternyata lumayan berdaging. Akhirnya rencana kepulangan batal, aku ga berani dan jelek juga ga tega kalo aku pulang semalem itu naek bus.
Energyku rasanya terkuras untuk menangis, jelek hanya tertawa mendengar keluhan laparku, setelah berputar-putar mecari tempat makan akhirnya gulai ayam di daerah Bulusan jadi pilihan, dengan mata bengkak aku melahap makanan itu. Setelah makan aku memutuskan untuk ikut mengerjakan tugas bersama El_zee di basecamp. Mbokdhe siti begitu terkejut melihat keberadaanku, langsung saja ia memelukku. “ untung kamu ga jadi pulang wik aku khawatir uda malem banget ki soale.” Sementara yang lain, ido, Thumbelina dan bagas hanya tertawa melihat mataku yang bengkak.( hah dasar)
Hari berikutnya aku benar-benar pulang, diantar jelek lagi ke terminal. Pukul 21.00 aku sampai di Klaten tercinta, langsung saja aku tepar dan besok pagi aku harus kembali ke Semarang( uda kayak orang penting aja)
Pagi hari 4 Juni 2010 aku meluncur ke semarang, lagi-lagi perlu perjuangan untuk bisa sampai di Semarang,busnya luama buanget…. Pukul 10.00 aku sampai di semarang. Mbak Nuri menjemputku di terminal langsung saja bergegas untuk menyiapkan berkas, setealh semua siap, aku harus segera meluncur ke pelabuhan.
Dan sekarang masalahnya aku sama sekali tak tahu dimana letak pelabuhan , harus naek angkot jurusan mana, secara semuanya tak ada satupun yang bisa mengantarkanku karena ada kuliah yang tak bisa ditinggalkan. Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada bapak-bapak supir angkot, petunjuk sudah aku dapat, naek bus jurusan terboyo trus turun di pintu masuk pelabuhan abis itu ngojek sampai kantor beacukai.
Hmmm,, akhirnya sampai dengan selamat, tapi emang dasar aku lagi apes aja kali ya,,,,,
Sampai dipelabuhan pukul 11.30 dan tahukah anda apa yang terjadi? Pas aku sampai diruang pendaftaran ternyata pas waktu istirahat sholat jum’at, alhasil aku harus jenggotan menunggu sampai pukul 13.00.
OK pukul 14.00 semua urusan selesai, saatnya pulang. Aku memutuskan untuk berjalan kaki dari kantor beacukai menuju pintu masuk, sekitar satu kilo panjangnya, tapi ternyata aku apes lagi jam 2 siang air rob udah naik ya udah deh rok ku agak basah. OK perjalanan satu kilo jalan kaki berhasil kutempuh dengan perut yang belum terisi sesuap nasipun. Aku bertanya pada supir ojek bus mana yang harus aku pilih agar aku bisa kembali ke tembalang tercinta, tapi apesnya lagi kacamata aku ketinggalan jadi,,aku salah naek bus dan akhirnya nyasar sampai Unissula. Lagi-lagi aku bertanya pada mas-mas di terminal, hufth sekarang baru bener busnya kearah tembalang tapi bus nya luama buanget!!! Sama aja aku muter-muter seluruh kota semarang kalo kaya gini cranaya. hufth dengan tubuh yang lemas dan hp lowbat aku tak bisa menghubungi siapapun untuk meminta tolong menjemputku di Ngesrep, alhasil harus naek angkot lagi,,,,,
Sampai dikos langsung aku ambruk, tapi tak berapa lama aku uda cerewet lagi maksa –maksa orang buat jalan-jalan, mengitari seluruh kota Semarang,,, dan malm harinya bisa di tebak kota semarang sudah aku jelajahi, mulai selepas maghrib hingga pukul 21.30 trus makn ditempat biasa.
Sebuah perjalanan yang berawal dari ke-o’on-an seorang Dondon (kapan sih aku kagak o’on?)
Ceritanya aku pengen daftar buat ikut Tes STAN, batas akhir pendaftaran yang tertulis di web adalah hari Jum’at tanggal 4 Juni 2010. Anda tahu apa yang terjadi? Hahaha,,pastinya tidak kan?
Dari tanggal 29 Juni, aku harus mempersiapkan materi untuk acara pendidikan kesehatan di posyandu lansia kecamatan Banyumanik, ( udah kayak orang o’on juga pas latihan ngomong sendiri kagak jelas). Buat persiapannya aja aku harus nginep hampir 4 hari di kos-kosan Thumbelina. Tapi tak apalah dari hasil konsul dan latihan serta gambar flip chart yang lumayan menarik, acara pendkesh sukses berat, sampai-sampai para lansia yang hadir pada nyalamin kita berlima, ngedoain kita biar cepet lulus dan lancar jodoh( heehehheee,,, aminnnn!!!!!!!!), pujian dari ibu susan pun berhasil dikantongi, tapi efek sampingnya adalah aku lupa tidak mempersiapkan berkas untuk pendaftaran STAN, tanggal 1 juni berlalu berarti acara pendkesh yang sukses itu, sudah harus di coret dari agenda . mm saatnya mempersiapkan berkas dan rencananya hari Rabu tanggal 2 Juni ku berencana meluncur ke pelabuhan Tanjung Mas untuk mendaftar, tapi oo apa yang terjadi , tanggal 1 Juni malam aku mengecek berkas dan ternyata,,, ijazah ku ada di Klaten panic lah aku, akhirnya aku menghubungi orang rumah , ok sementara semuanya ok besok pagi ijazah bisa dikirim lewat pos,
Rabu pagi tanggal 2 Juni kabar mengejutkaan itu datang, ternyata eh ternyata ijasahnya ga bisa sampai di Semarang hari Kamis paling tidak hari Jum’at baru nyampe. Aduh gawat!!!
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Klaten har i itu juga selepas praktek KDDK, jadwal praktek selesai pukul 17.00. tapi biasalah Indonesia, praktek molor sampai pukul 17.15 dan pukul 17.30 aku baru keluar kampus, jelek sudah aku hubungi untuk mengantarkanku keterminal dan ia bersedia. Tapi,,,,,,,,,,, satu penghalang kembali muncul oh my G, aku lupa ternyata aku masih punya seember cucian yang sudah terlanjur aku rendam, bagaimana mungkin akau meninggalkannya begitu saja, akhirnya kepulangan diundur, aku harus nyuci dulu.
Pukul 18.30 semua selesai, tapi,,,, berani pulang ga ya,,, jam berapa sampai rumah,,, hp ku berbunyi telepon rumah om ku memanggil , dan bulik yang berbicara , pasukan dirumah sudah disiagakan untuk menjemput jam berapapun aku sampai di terminal, tapi tetap saja nyaliku ciut dan ini membuatku menangis. Akhirnya jelek datang, mengantarkanku ke terminal, sampai diterminal aku masih saja menangis OK kali ini jelek jadi sasaran keanarkisan ku(lagi), pukulan itu mendarat bertubi-tubi dibahunya yang ternyata lumayan berdaging. Akhirnya rencana kepulangan batal, aku ga berani dan jelek juga ga tega kalo aku pulang semalem itu naek bus.
Energyku rasanya terkuras untuk menangis, jelek hanya tertawa mendengar keluhan laparku, setelah berputar-putar mecari tempat makan akhirnya gulai ayam di daerah Bulusan jadi pilihan, dengan mata bengkak aku melahap makanan itu. Setelah makan aku memutuskan untuk ikut mengerjakan tugas bersama El_zee di basecamp. Mbokdhe siti begitu terkejut melihat keberadaanku, langsung saja ia memelukku. “ untung kamu ga jadi pulang wik aku khawatir uda malem banget ki soale.” Sementara yang lain, ido, Thumbelina dan bagas hanya tertawa melihat mataku yang bengkak.( hah dasar)
Hari berikutnya aku benar-benar pulang, diantar jelek lagi ke terminal. Pukul 21.00 aku sampai di Klaten tercinta, langsung saja aku tepar dan besok pagi aku harus kembali ke Semarang( uda kayak orang penting aja)
Pagi hari 4 Juni 2010 aku meluncur ke semarang, lagi-lagi perlu perjuangan untuk bisa sampai di Semarang,busnya luama buanget…. Pukul 10.00 aku sampai di semarang. Mbak Nuri menjemputku di terminal langsung saja bergegas untuk menyiapkan berkas, setealh semua siap, aku harus segera meluncur ke pelabuhan.
Dan sekarang masalahnya aku sama sekali tak tahu dimana letak pelabuhan , harus naek angkot jurusan mana, secara semuanya tak ada satupun yang bisa mengantarkanku karena ada kuliah yang tak bisa ditinggalkan. Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada bapak-bapak supir angkot, petunjuk sudah aku dapat, naek bus jurusan terboyo trus turun di pintu masuk pelabuhan abis itu ngojek sampai kantor beacukai.
Hmmm,, akhirnya sampai dengan selamat, tapi emang dasar aku lagi apes aja kali ya,,,,,
Sampai dipelabuhan pukul 11.30 dan tahukah anda apa yang terjadi? Pas aku sampai diruang pendaftaran ternyata pas waktu istirahat sholat jum’at, alhasil aku harus jenggotan menunggu sampai pukul 13.00.
OK pukul 14.00 semua urusan selesai, saatnya pulang. Aku memutuskan untuk berjalan kaki dari kantor beacukai menuju pintu masuk, sekitar satu kilo panjangnya, tapi ternyata aku apes lagi jam 2 siang air rob udah naik ya udah deh rok ku agak basah. OK perjalanan satu kilo jalan kaki berhasil kutempuh dengan perut yang belum terisi sesuap nasipun. Aku bertanya pada supir ojek bus mana yang harus aku pilih agar aku bisa kembali ke tembalang tercinta, tapi apesnya lagi kacamata aku ketinggalan jadi,,aku salah naek bus dan akhirnya nyasar sampai Unissula. Lagi-lagi aku bertanya pada mas-mas di terminal, hufth sekarang baru bener busnya kearah tembalang tapi bus nya luama buanget!!! Sama aja aku muter-muter seluruh kota semarang kalo kaya gini cranaya. hufth dengan tubuh yang lemas dan hp lowbat aku tak bisa menghubungi siapapun untuk meminta tolong menjemputku di Ngesrep, alhasil harus naek angkot lagi,,,,,
Sampai dikos langsung aku ambruk, tapi tak berapa lama aku uda cerewet lagi maksa –maksa orang buat jalan-jalan, mengitari seluruh kota Semarang,,, dan malm harinya bisa di tebak kota semarang sudah aku jelajahi, mulai selepas maghrib hingga pukul 21.30 trus makn ditempat biasa.
Where are u idea?
Hey ide! Gua heran sama lu, keman aja sih? Kenapa kalo jam-jam segini disaat maata gua melek 100% malah lu ngumpet kagak jelas kemana. Dan kenapa juga baru muncul pas Gua lagi ngantuk –ngantuknya. Jam 2 malem lu baru muncul, kos-kosan gua aja jam 9 malem udah kagak boleh ada yang keluar nah lu? dini hari malah baru nongol maen kemana aja sih,,,
Eh, tapi ga papa lah De mo lu muncul jam berapapun terserah lah yang penting lu datang, dari pada lu kagak datang sama sekali kapan ni rencana bakal selesai coba? Lagian kalo nulis jam 2 malem suasananya malah lebih tenang ko De, paling Cuma suara si winamp yang berkoar-koar. Tapi masalahnya kalo deadlinenya jam 12 tapi jam 2 malem lu baru datang trus gimana coba? Lagi usaha nih, biar bisa go to abroad, usahanya ya pake hasil tulisan gua, tapi ga papa lah De mungkin emang gua aja yang kagak bisa ngatur waktu, coba kalo ngerjainnya kagak mepet deadline pasti semuanya bakal lebih OK, dan gua kagak perlu maksa-maksa mata gua melek dari jam 2 malem trus ga tidur mpe pagi, langsung ngampus bis itu di kelas tidur. Buakn salah lu juga sih De,,,
Eh, tapi ga papa lah De mo lu muncul jam berapapun terserah lah yang penting lu datang, dari pada lu kagak datang sama sekali kapan ni rencana bakal selesai coba? Lagian kalo nulis jam 2 malem suasananya malah lebih tenang ko De, paling Cuma suara si winamp yang berkoar-koar. Tapi masalahnya kalo deadlinenya jam 12 tapi jam 2 malem lu baru datang trus gimana coba? Lagi usaha nih, biar bisa go to abroad, usahanya ya pake hasil tulisan gua, tapi ga papa lah De mungkin emang gua aja yang kagak bisa ngatur waktu, coba kalo ngerjainnya kagak mepet deadline pasti semuanya bakal lebih OK, dan gua kagak perlu maksa-maksa mata gua melek dari jam 2 malem trus ga tidur mpe pagi, langsung ngampus bis itu di kelas tidur. Buakn salah lu juga sih De,,,
Ilalang, Lagi-lagi Tentang Ilalang
Belum juga mampu menerima sampai saat ini?
Ah, mungkin dia memang orang paling bebal sedunia,
Sudah jelas rasa itu tak lagi ada untuknya, tapi kenapa ia masih terus berharap, bukankah apa yang ia butuhkan sebagai sebuah alasan konkret telah ia temukan.
Perbedaan ini sungguh nyata, kadang hati merasa putus asa menembus tirai pembatas itu yang meski transparan tapi tetap terlihat nyata bahkan begitu tebal, tapi kenapa harus terus memaksakan sesuatu yang saat ini terasa tak mungkin.
Ya memang hanya saat ini saja semuanya terasa tak mungkin karena ia yakin suatu saat apa yang ia inginkan akan jadi nyata, tirai pembatas itu akan mampu ia singkap.
Karena ia tahu apa yang telah ia rasakan adalah sesuatu yang terlalu indah untuk dibuang begitu saja, bukankah butuh waktu yang lama baginya untuk mampu menumbuhkan rasa itu kembali, tapi untuk apa memaksakan sesuatu yang hanya bisa menyiksa batin, bukankah semuanya akan lebih terasa nyaman untuk dirasakan ketika membiarkan semua itu pergi, bukankah semuanya tak akan membuatnya lebih tersiksa jika ia mampu merelakannya,tapi tak semudah membalikkan telapak tangan memang.
hati tak begitu saja mampu melepas apa yang telah masuk kedalam relungnya, ruang kecil yang dulu pernah begitu dalam tertusuk benda asing itu. Awalnya sama seperti ini tapi kali ini berbeda tak pernah ia merasakan keindahan sama seperti yang terjadi pada kisah ini, ah Tuhan bantulah anak bebal ini untuk menentukan mana yang terbaik baginya, yakinkan ia bahwa mungkin ia harus merelakannya sementara untuk memilikinya selamanya.
Sungguh keyakinan itu begitu kuat, hingga mampu membuat hidupnya pun terasa lebih tegap menatap dunia, dan sesungguhnya rasa ini begitu lemah pula saat terpuruk hingga membuat ia tak mampu lgi berdiri menatap kenyataan yang berlari didepan mata, oh Tuhan tapi sesungguhnya keyakinan ini lebih banyk membawa kekuatan itu untuknya, tolong jangan biarkan rasa itu berlalu begitu lama atau berpindah tuan, semoga ia yang telah susah payah dilepaskan akan datang kembali menjadi satu-satunya pemilik hati yang begitu yakin ini, Tuhan sesungguhnya hanya engkau yang mampu membolak balikan hati setiap umatmu, ,,,
Ah, mungkin dia memang orang paling bebal sedunia,
Sudah jelas rasa itu tak lagi ada untuknya, tapi kenapa ia masih terus berharap, bukankah apa yang ia butuhkan sebagai sebuah alasan konkret telah ia temukan.
Perbedaan ini sungguh nyata, kadang hati merasa putus asa menembus tirai pembatas itu yang meski transparan tapi tetap terlihat nyata bahkan begitu tebal, tapi kenapa harus terus memaksakan sesuatu yang saat ini terasa tak mungkin.
Ya memang hanya saat ini saja semuanya terasa tak mungkin karena ia yakin suatu saat apa yang ia inginkan akan jadi nyata, tirai pembatas itu akan mampu ia singkap.
Karena ia tahu apa yang telah ia rasakan adalah sesuatu yang terlalu indah untuk dibuang begitu saja, bukankah butuh waktu yang lama baginya untuk mampu menumbuhkan rasa itu kembali, tapi untuk apa memaksakan sesuatu yang hanya bisa menyiksa batin, bukankah semuanya akan lebih terasa nyaman untuk dirasakan ketika membiarkan semua itu pergi, bukankah semuanya tak akan membuatnya lebih tersiksa jika ia mampu merelakannya,tapi tak semudah membalikkan telapak tangan memang.
hati tak begitu saja mampu melepas apa yang telah masuk kedalam relungnya, ruang kecil yang dulu pernah begitu dalam tertusuk benda asing itu. Awalnya sama seperti ini tapi kali ini berbeda tak pernah ia merasakan keindahan sama seperti yang terjadi pada kisah ini, ah Tuhan bantulah anak bebal ini untuk menentukan mana yang terbaik baginya, yakinkan ia bahwa mungkin ia harus merelakannya sementara untuk memilikinya selamanya.
Sungguh keyakinan itu begitu kuat, hingga mampu membuat hidupnya pun terasa lebih tegap menatap dunia, dan sesungguhnya rasa ini begitu lemah pula saat terpuruk hingga membuat ia tak mampu lgi berdiri menatap kenyataan yang berlari didepan mata, oh Tuhan tapi sesungguhnya keyakinan ini lebih banyk membawa kekuatan itu untuknya, tolong jangan biarkan rasa itu berlalu begitu lama atau berpindah tuan, semoga ia yang telah susah payah dilepaskan akan datang kembali menjadi satu-satunya pemilik hati yang begitu yakin ini, Tuhan sesungguhnya hanya engkau yang mampu membolak balikan hati setiap umatmu, ,,,
terimakasih
Terimakasih
rasanya memang perlu kembali mengucapkan kata ini bukan sekali tapi berkali-kali,
kata inilah yang telah mengawali kisah ilalang kecil bersama sang pembawa warna, lewat kata ini pula akhirnya sang pembawa warna tahu bahwa ilalang kecil telah lancang menyimpan semuanya untuknya, untuk sang pembawa warna yang jelas-jelas sangat berbeda dengan ilalang kecil itu.
Dan kembali kata itu yang terlontar ketika sang pembawa warna tak berkeberatan dengan apa yang telah disimpan oleh ilalang kecil itu untuknya, hingga ilalang kecil itu tahu bahwa sang pembawa warnapun menyimpan hal yang sama untuk ilalang kecil, hanya mungkin tak sebesar rasa yang telah disimpan oleh ilalang kecil untuk saang pembawa warna, semua indah pastinya, ,,
Hingga kemudian kenyataan mulai berbicara dan maaf jika kali ini bukan lagi kata termakasih yang terucap, karena rasanya kenyataan ini benar-benar menusuk di dada, rasa yang disimpan oleh sang pembawa warna ternyata taak pernah seutuhnya untuk ilalang kecil itu, betapa tidak ternyata dua mawar yang sempurna itu telah tumbuh terlebih dulu, dan mereka pastinya lebih indah dari ilalang kecil itu.
Ini fakta yang harus dihadapi ilalang kecil, ia tak tahu harus berbuat apa. Hingga sang pembawa warna meminta kepada ilalang kecil itu untuk tak menjauh, kata terimakasih belum dapat terlontar kembali, rasanya masih sesak,,
Waktu berlalu dan ilalang kecilpun tak mampu menjauh dari sang pembawa warna, ilalang kecil tahu ia salah, tapi kepada siapa ia harus meminta maaf untuk semua ini, dan ketika maaf itu terucap pada sang pembawa warna, sang pembawa warna hanya berkata bahwa memang tak ada yang perlu dipersalahkan ini jalan hidup yang harus dijalani tak tahu akan berakhir seperti ap,,
Waktu terus merambat, kali ini terimaksih itu kembali terucap untuk semua canda, tawa, dan bahagia yang tercipta, untuk kehangatan dikala dingin menyapa, untuk ketenangan dikala gundah melanda, ah tapi ilalang kecil itu tahu ini salah tapi ia pun tak mengerti mengapa ia tak mapu berlalu dari kisah ini,,,
Beribu terimakasih terucap seiring berlalunya masa hampir satu akli putaran bumi mengitari matahari, kisah ini berjalan, dan rasa itu semakin subur di benak ilalang kecil itu,
Terimakasih lagi-lagi kata itu terucap kali ini hanya dalam hati saja, terimaksih untuk rangkaian kisah yang telah dilalui, ini susah bagi ilalang kecil itu, bagaimana tidak jika saat ini dua mawar itu tengah mekar dan membawa wangi bagi sang pembawa warna, ah ilalang kecil sadar ini pasti akan terjadi, ia sadar ia tak sesempurna dan tak seanggun dua mawar dengan satu tuan itu, yang satu tak tahu bahwa ada satu mawar lain dan satu ilalang kecil yang juga memegang hati tuannya, dan mawar yang lainnya tahu bahwa ada mawar lain disudut hati tuannya namun ia pun tak tahu ada ilalng kecil yang juga bersandar disudut lain hati sang pembawa warna,,,
Terimakasih untuk semuanya tapi, Inikah jalan hidup yang harus dilalui? Mengapa begitu menguras rasa dan air mata? Mengapa tak segera saja diputuskan siapa yang berhak menjadi pemilik tunggal hatinya?
Waktu akan terus berjalan daan tak akan pernah berhenti itulah kodrat alam, perlahan apa yang selama ini disimpan pun terkuak, mawar kedua tahu bahwa ilalang kecil itu telah merangsek masuk dalam kisah mereka bertiga, kali ini memang tangis harus pecah, tapi bukaan dipihak ilalang karena ia telah sadar cepat atau lambat ini akan terjadi,,
Terimakasih kali ini kata ini terlalu berat untuk terucap, tak tahu apa yang hrus dikatakan oleh ilalang kecil, tanpa sebab yang jelas sang pembawa warna itu perlahan menjauh, ah seharusnya ilalang kecil tak perlu bertanya mengapa ia menjauh, karena telah jelas dua mawar itu lebih mampu membuat sang pembawa warna itu bahagia, bukankah begitu?
Menangis? Apa yang perlu ditangisi? Bukankah ilalang sudah menyadari ini sedari dulu, cepat atau lambat sang pembawa warna itu tetap akan pergi, harusnya ia merasa lebih siap bukan? terimakasih hanya kata itu yang terucap, terimakasih untuk segala yang telah diberikan, tapi apapun itu ilalang kecil ini masih berharap bahwa sang pembawa warna itu tak akan pergi terlalu lama, semoga,,,,
rasanya memang perlu kembali mengucapkan kata ini bukan sekali tapi berkali-kali,
kata inilah yang telah mengawali kisah ilalang kecil bersama sang pembawa warna, lewat kata ini pula akhirnya sang pembawa warna tahu bahwa ilalang kecil telah lancang menyimpan semuanya untuknya, untuk sang pembawa warna yang jelas-jelas sangat berbeda dengan ilalang kecil itu.
Dan kembali kata itu yang terlontar ketika sang pembawa warna tak berkeberatan dengan apa yang telah disimpan oleh ilalang kecil itu untuknya, hingga ilalang kecil itu tahu bahwa sang pembawa warnapun menyimpan hal yang sama untuk ilalang kecil, hanya mungkin tak sebesar rasa yang telah disimpan oleh ilalang kecil untuk saang pembawa warna, semua indah pastinya, ,,
Hingga kemudian kenyataan mulai berbicara dan maaf jika kali ini bukan lagi kata termakasih yang terucap, karena rasanya kenyataan ini benar-benar menusuk di dada, rasa yang disimpan oleh sang pembawa warna ternyata taak pernah seutuhnya untuk ilalang kecil itu, betapa tidak ternyata dua mawar yang sempurna itu telah tumbuh terlebih dulu, dan mereka pastinya lebih indah dari ilalang kecil itu.
Ini fakta yang harus dihadapi ilalang kecil, ia tak tahu harus berbuat apa. Hingga sang pembawa warna meminta kepada ilalang kecil itu untuk tak menjauh, kata terimakasih belum dapat terlontar kembali, rasanya masih sesak,,
Waktu berlalu dan ilalang kecilpun tak mampu menjauh dari sang pembawa warna, ilalang kecil tahu ia salah, tapi kepada siapa ia harus meminta maaf untuk semua ini, dan ketika maaf itu terucap pada sang pembawa warna, sang pembawa warna hanya berkata bahwa memang tak ada yang perlu dipersalahkan ini jalan hidup yang harus dijalani tak tahu akan berakhir seperti ap,,
Waktu terus merambat, kali ini terimaksih itu kembali terucap untuk semua canda, tawa, dan bahagia yang tercipta, untuk kehangatan dikala dingin menyapa, untuk ketenangan dikala gundah melanda, ah tapi ilalang kecil itu tahu ini salah tapi ia pun tak mengerti mengapa ia tak mapu berlalu dari kisah ini,,,
Beribu terimakasih terucap seiring berlalunya masa hampir satu akli putaran bumi mengitari matahari, kisah ini berjalan, dan rasa itu semakin subur di benak ilalang kecil itu,
Terimakasih lagi-lagi kata itu terucap kali ini hanya dalam hati saja, terimaksih untuk rangkaian kisah yang telah dilalui, ini susah bagi ilalang kecil itu, bagaimana tidak jika saat ini dua mawar itu tengah mekar dan membawa wangi bagi sang pembawa warna, ah ilalang kecil sadar ini pasti akan terjadi, ia sadar ia tak sesempurna dan tak seanggun dua mawar dengan satu tuan itu, yang satu tak tahu bahwa ada satu mawar lain dan satu ilalang kecil yang juga memegang hati tuannya, dan mawar yang lainnya tahu bahwa ada mawar lain disudut hati tuannya namun ia pun tak tahu ada ilalng kecil yang juga bersandar disudut lain hati sang pembawa warna,,,
Terimakasih untuk semuanya tapi, Inikah jalan hidup yang harus dilalui? Mengapa begitu menguras rasa dan air mata? Mengapa tak segera saja diputuskan siapa yang berhak menjadi pemilik tunggal hatinya?
Waktu akan terus berjalan daan tak akan pernah berhenti itulah kodrat alam, perlahan apa yang selama ini disimpan pun terkuak, mawar kedua tahu bahwa ilalang kecil itu telah merangsek masuk dalam kisah mereka bertiga, kali ini memang tangis harus pecah, tapi bukaan dipihak ilalang karena ia telah sadar cepat atau lambat ini akan terjadi,,
Terimakasih kali ini kata ini terlalu berat untuk terucap, tak tahu apa yang hrus dikatakan oleh ilalang kecil, tanpa sebab yang jelas sang pembawa warna itu perlahan menjauh, ah seharusnya ilalang kecil tak perlu bertanya mengapa ia menjauh, karena telah jelas dua mawar itu lebih mampu membuat sang pembawa warna itu bahagia, bukankah begitu?
Menangis? Apa yang perlu ditangisi? Bukankah ilalang sudah menyadari ini sedari dulu, cepat atau lambat sang pembawa warna itu tetap akan pergi, harusnya ia merasa lebih siap bukan? terimakasih hanya kata itu yang terucap, terimakasih untuk segala yang telah diberikan, tapi apapun itu ilalang kecil ini masih berharap bahwa sang pembawa warna itu tak akan pergi terlalu lama, semoga,,,,
Subscribe to:
Posts (Atom)