Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Thursday, February 28, 2013

Liburan Akhir Semester 7 (Part 3) : Art Trash Selling

Lagi dan lagi, kegiatan kali ini ga jauh-jauh dari yang namanya gratisan, emang dasar mahasiswa segera merapat kalau denger yang gratis-gratis. Okesip, setelah dihajar dengan Tour Jakarta-Bandung yang lumayan membuat saya gempor, saya sengaja ga pulang dulu ke rumah, karena masih ada satu kegiatan asik yang sayang banget kalau dilewatkan.
Kegiatan ini, diadakan oleh temen-temen Youth Empowering (YEP) Region Semarang pada tanggal 27 Januari 2013 bebarengan dengen acara car free day di sepanjang Jl. Pahlawan Semarang. Acara kali ini merupakan acara puncak dari rangakaian project YEP eco-Empowering Kids yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 1,5 bulan yang terdiri dari trash collecting dan trash processing. Jadi acara kali ini, bertujuan untuk menjual kerajinan dari sampah yang telah diproses oleh anak-anak SOS dan para volunteers dengan bimbingan Mbak-mbak dari Resik Becik. Kebetulan saya merupakan salah satu Volunteers di acara YEP eco-EK ini.


ini nih hasil kerajinan dari sampah plastik

Selain ngejual hasil kerajinan dari sampah bersama teman-temen dari Exchange Participant AIESEC, acara kali ini juga menghadirkan dua pemain Film Laskar Pelangi, Febri dan Rama. Ternyata mereka berdua uda gedhe, uda kuliah di Universitas Gunadharma. Mereka diundang dalam acara ini untuk berbagi pengalaman kepada adik-adik dari SOS tentang pengalaman mereka menjadi bintang Film Laskar Pelangi sampai akhirnya mendapat beasiswa hingga lulus S1 nanti. ‘ Jangan pernah takut untuk bermimpi’ , Ucap Febri yang berperan sebagai Samson dalam Film Laskar Pelangi untuk memberikan semangat pada adek-adek dari SOS.


ini nih lagi pada fashion show adek-adeknya


Adek-adeknya juga pinter maen pianika lhoh

Di akhir acara ada pertunjukkan dari anak-anak SOS. Fashion show mengenakan baju yang terbuat dari sampah plastic, perkusi dan pianika dimainkan oleh anak-anak SOS dengan baik, saya merasa terhibur.


Seluruh pendukung acara hehe

Sunday, January 13, 2013

Sari Bui: Seorang Magister Manegement yang Berprofesi sebagai Registered Nurse di Melbourne




Kamis, 10 Januari 2013, Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro, kembali menggelar sebuah acara menarik. Kuliah umum bertajuk Sharing Experience : Cara Mendapatkan RN di Luar Negeri, di gelar di ruang 3E Kampus Holistik PSIK UNDIP. Menghadirkan Ibu Sari Bui RN, BN, SE, MM dari Australia sebagai pembicara, agaknya acara ini sukses membakar semangat para mahasiswa, alumni dan tamu undangan untuk menjadi Excellence Nurse.

Sari Bui menceritakan pengalamannya selama menjadi perawat di Melbourne Australia, yang membuat para peserta berdecak kagum dengan sistem kerja yang diterapkan oleh Rumah sakit di Australia. Perawat di Australia memiliki jadwal terstruktur selama menjalani shift kerja. Ranah kerja perawat di Australia telah dipisahkan secara jelas antara perawat, dokter, physiotherapist dan tenaga kesehatan laiinnya. ‘Saya suka menjadi perawat di sana (red. Australia), kerjanya flexible jadi saya bisa tetap bekerja dan mengurusi anak-anak saya’ ungkap perawat Austin Hospital ini.

Perjalanan Sari hingga menjadi seorang perawat pun tidak kalah mengagumkan. Sari Bui pertama kali menginjakkan kakinya di Negeri Kanguru untuk mendapatkan gelar Master Management setelah menyelesaikan pendidikan strata 1 Ekonomi di Universitas Diponegoro pada tahun 1997. Selama menempuh kuliah, Sari bekerja di Home Nursing untuk mencukupi biaya hidup. ‘ Saat itu di Indonesia sedang krisis moneter jadi harga dollar melonjak, saya putuskan untuk bekerja’ ungkap ibu dari dua anak yang bercita-cita meraih gelar PhD di bidang Keperawatan ini.

Setelah menamatkan pendidikan master nya di Monash University Melbourne pada tahun 2000,perempuan kelahiran Jakarta ini kemudian menikah dan bekerja di sebuah perusahaan yang mengharuskannya bekerja dari pagi hingga petang. Sari kemudian bercerita kepada suaminya bahwa ia merasa lebih menyukai pekerjaannya di Home Nursing ketimbang menjadi pekerja kantoran. Sebuah ide ‘gila’ pun dilontarkan suaminya,’ Kenapa tidak jadi perawat saja?’. Sari sempat ragu, karena dia harus menempuh pendidikan selama 3 tahun di Bachelor of Nursing untuk menjadi seorang perawat. Sari memantapkan tekadnya, kecintaannya kepada profesi perawat membuat pendidikan selama 3 tahun berlalu begitu saja dan akhirnya ia menjadi seorang Registered Nurse (RN) di Australia. ‘Memang kalau kita belajar di bidang yang kita cintai, hasilnya lebih memuaskan dan lebih cepet juga rasanya’ ucap Sari sambil tertawa renyah.

Kini Ibu Sari bekerja di dua rumah sakit di Melbourne, Austin Hospital dan Mitcham Private Hospital. Sari bekerja hanya saat memiliki waktu luang saja, sehingga ia masih memiliki waktu untuk mengasuh anak dan mengurus rumah tangga. Gaji yang ia peroleh sebagai perawat pun sangat fantastis. Gaji yang Sari peroleh selama satu shift setara dengan gaji perawat Indonesia dalam satu bulan.

Selain berbagi cerita mengenai pengalamannya menjadi perawat di Australia, ia juga menyampaikan mengenai cara menjadi seorang Registered Nurse di Australia. Nilai IELTS yang harus diatas angka 7 agaknya menjadi tantangan tersendiri bagi perawat Indonesia yang ingin menjadi RN di Australia.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Program Studi PSIK, Staff Dosen, perwakilan alumni, perwakilan mahasiswa S1 dan program Magister, dan tamu undangan dari STIKES Kendal, Poltekkes Kemenkes Semarang, Serta Rumah Sakit Umum Pusat dr. Karyadi, berlangsung selama tiga jam. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul saat sesi diskusi yang dipimpin oleh Dewi Widyaningsih – mahasiswa tingkat akhir di PSIK UNDIP-- sebagai moderator. Pengalaman Sari Bui, selama menjadi perawat di Australia berhasil memotivasi para peserta untuk lebih mencintai dan memajukan profesi perawat di Indonesia.

‘Terlepas dari perbedaan yang sangat mencolok antara perawat di Australia dan di Indonesia, yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita mampu mencintai profesi kita sebagai perawat, sehingga nantinya kita mampu memajukan profesi yang kita cintai ini’ ucap Moderator saat menutup sesi diskusi, semakin membakar semangat peserta .

Friday, December 21, 2012

Sungai Multifungsi


Senin, 17 Desember yang lalu, saya dan teman-teman satu kelompok mengunjungi pesisir pantai utara Jawa, tepatnya di sebuah RT yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Mas. Kunjungan yang kami lakukan sebenarnya bukan untuk jalan-jalan atau refreshing, melainkan untuk melakukan Mini Research mengenai Kesehatan Fisik dan Lingkungan di Wilayah Pesisir. Awalnya kami berpikir setelah berkunjung ke runah-rumah warga, kami akan menemukan kawasan pesisir yang lumayan memanjakan indra penglihatan di kawasan Semarang utara. Paling tidak, kami ingin melihat eksotisme pemandangan laut sore, bersama kapal-kapal nelayan yang bersiap berlayar, itu saja. Harapan kami tidak terlalu muluk-muluk, karena kami sadar tidak akan menemukan pantai berpasir yang sama indahnya seperti pantai-pantai di Kawasan Wonosari Gunung Kidul, Jogjakarta atau di Jepara.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit mengendarai sepeda motor dari Kawasan Tembalang, akhirnya kami sampai di lokasi. Kami mulai menyusuri gang sempit yang hanya dapat dilalui 2 sepeda motor, menuju rumah Ketua RT setempat . Disambut tatapan-tatapan ‘ingin tahu’ dari warga sekitar, kami mencoba melempar senyum. Bau amis menusuk hidung, beberapa ibu –yang mungkin suaminya berprofesi sebagai nelayan- tampak sedang menimbang ikan, cumi dan kepiting, sedangkan anak-anak kecil sibuk berlarian di jalan gang sempit yang becek.

Berjalan sejauh 30 meter, akhirnya kami sampai di rumah Ketua RT, kami disambut dengan ramah. Tepat di depan rumah bapak RT kami disuguhi pemandangan sebuah tambak yang cukup luas, dengan sampah mengapung di sana-sini. Selesai memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kedatangan kami, kami segera memulai wawancara untuk mengumpulkan data yang bersumber dari tokoh masyarakat.


Jalan gang sempit yang becek tempat anak-anak kecil berlarian tadi, ternyata merupakan akibat dari banjir rob yag sering terjadi kawasan tersebut. “Tadi malam banjir datang pukul 02.00 dini hari mbak, airnya hampir masuk kerumah saya. Kalau yang rumahnya lebih rendah dari rumah saya, biasanya air sudah masuk ke rumah mbak.” Kata bapak RT dengan bahasa Indonesia yang khas dengan aksen Semarang-an.

Saat kami menanyakan mengenai system pembuangan sampah, kami mendapatkan jawaban yang memang sudah dapat kami tebak. Tidak terdapat tempat pembuangan sampah, maupun petugas yang mengambil sampah di lingkungan ini, warga dengan entengnya membuang sampah-sampah yang mereka hasilkan ke sungai dibelakang rumah yang langsung menuju ke laut. Ketika banjir Rob –yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya- datang, sampah-sampah yang ‘dititipkan’ di sungai kembali memenuhi jalan gang sempit akibat terbawa arus air. Ketika hari sudah terang, warga membersihkan sampah di jalan gang dan kembali ‘menitipkan’ sampah-sampah tesebut ke sungai.




Itu tadi mengenai sampah yang disebut pak RT hanya pulang dan pergi. Kali ini mengenai sanitasi serta MCK, kami cukup tercengang dengan jawaban yang disampaikan oleh pak RT saat kami menanyakan mengenai fasilitas MCK.

“Dibelakang rumah saya ini ada WC umum lho mbak”, kata pak RT. Jawaban tersebut awalnya membuat kami tersenyum. “ Tapi langsung ke sungai”, pak RT melanjutkan, sontak kami tercengang. Ternyata warga biasa menggunakan WC umum dengan sungai sebagai septitank nya. Tidak jauh berbeda dengan system pembuangan limbah rumah tangga dan home industry ikan asin, lagi-lagi sungai menjadi muara dari limbah industry tersebut.

Menurut pak RT, warga sangat jarang melakukan kerja bakti untuk menciptakan lingkungan bersih yang nyaman. Antusiasme warga terhadap kerjabakti hanya muncul ketika ada kunjungan dari pejabat daerah setempat. Meskipun menurut pak RT, warga di lingkungan ini menyadari betul dampak yang dapat timbul dari kebiasaan buruk ini. Betapa ‘Indonesia’ sekali warga di sini.

Wawancara berlangsung selama kurang lebih satu jam, lalu kami melanjutkan dengan survey lapangan. “Oh, silahkan mbak, dicoba juga boleh ko”, jawab pak RT saat kami meminta ijin untuk melihat WC umum yang tadi kami bicarakan, kami hanya bisa tersenyum mendengar jawaban tersebut.



Dari kejauhan nampak beberapa kapal terikat di batang bamboo yang ditancapkan di sisi sungai. Kami mencoba mendekat, air sungai tampak keruh dengan sampah yang tersebar di berbagai sisi sungai, mau amis semakin menyengat saat kami mendekat. Dan ternyata memang benar bahwa WC umum yang dimaksud pak RT tadi, memanfaatkan sungai sebagai septitank-nya. tidak tampak jelas adanya aliran air di sungai yang sedang kami amati. Berbagai macam sampah plastik tampak mengapung. Sekitar 10 meter dari tempat kami berdiri tampak tumpukan sampah yang menggunung. Menurut pak RT, tidak jarang ketika air pasang anak-anak berenang di kali multifungsi ini. Mencengangkan.

Alam menjadi sumber penghidupan merangkap sumber bencana yang tidak terelakkan. Potret kehidupan masyarakat Indonesia.


Wednesday, October 31, 2012

Jeprat- jepret Amatir

kali ini ceritanya lagi pengen belajar 'motret dengan bener'. Yup, mumpung ada yang ngajarin dan tentu saja ada kamera bagus yang boleh dipegang hehehe ..
bebarengan dengan acara LKMM Nasional VI ILMIKI yang digelar pada awal bulan Oktober kemarin, rasa penasaran terhadap kamera canggih, EOS, pun muncul ketika melihat beberapa teman tampak asyik berburu gambar dengan kamera canggih itu. Kebetulan ada waktu senggang ketika peserta LKMM beristirahat, aku mencoba membidik beberapa objek, di pandu oleh candra, masih amatiran tapi ini ada beberapa hasil yang kata chandra 'lumayan' untuk seorang pemula. Menurut candra aku berbakat di foto Makro ato entah apa namanya.




ini aksiku dengan si EOS





ini vas bunga di meja MC




Menu Sarapan Hari ke 3




sambel kacang bumbu pecel




tissue kuning, nice color :D


begitu mencoba ini kamera, aku langsung jatuh cinta. Ketagihan membidik objek objek makro di sekitar aula. Tiba-tiba autis bersama si Kamera dan langsung berhasrat untuk nabung biar nanti bisa menenteng EOS milik pribadi dan jeprat-jepret sana-sini :D

Sunday, June 17, 2012

nersvaganza 2012

Yuhuuu… aku datang lagi, duh maaf ya blogku tercinta lama ga nulis nihh..

Well kali ini tentang pengalaman seru bersama teman-teman kontingen keperawatan UNDIP di ajang Nersvaganza Nasional yang diselenggarakan di Univesitas Gajah Mada Yogyakarta 8-10 Juni 2012 kemarin. Apasih Nersvaganza itu, nah Nervaganza itu adalah acara tahunan milik Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia semacam olimpiade untuk anak-anak keperawatan gitu deh.

Bertolak dari Semarang jum’at 8 juni pukul 06.30 WIB, pake travel Cip******, aku masih setia memasang muka ngantuk ku, gara-gara abis latihan langsung cus ke puskesmas buat responsi dan baru pulang pukul 23.00 WIB. Oiya sini-sini saya kenalkan personel dari kontingen keperawatan UNDIP, dari perwakilan NURSING SKILL COMPETITION (NSC) kita punya, Eva Dwi Mayrani ( yang kalo manggill dia kita harus pake pronunciation yang bener jadinya gini “Ewa” gituu), ada Dwi Nur Rahmantika a.k.a Enyak, dan yang terakhir Marissa. Perwakilan ENGLISH DEBATE COMPETITION kita punya Nur Hafizah Widyaningtyas a.k.a Fiza, Azka Fathiyatir R and me. Kami juga punya pendamping setia dari Hublu HIMKA, tarrrraaaa dia dalah Niken Purbo Laras (mungkin dia sahabat dekatnya cindelaras kali ya??).Well dengan formasi ini kita siap bertempur memperjuangkan nama baik almamater tercinta :D





Mengemban tugas Negara membuatku over nervous, sampai-sampai motilitas usus ku meningkat #hasseek bahasa ku# Iya serius nih, sampai-sampai aku kenceng banget megang tangan Fiza yang duduk disampingku, uda mirip adegan ibu hamil nahan kontraksi gitu deh. Untungnya travel yang kita tumpangi punya Restspot.

Setelah hampir 3,5 jam melewati jalan Semarang- Jogja yang berliku-liku akhirnya kami sampai juga di Faculty of Medicine Gajah Mada University, wah ini nih atmosfer nya uda makin kerasa aja. Kami disambut oleh LO kami tercinta, Mutiara yang akrab dipanggil Tiara. Kami segera diantar ke Gedung Ismangoen, naruh tas lalu bergegas mengikuti technical meeting. Dan satu hal ga elit yang aku lakukan adalah langsung meminta tolong Tiara untuk nyariin Entrostop # sumprit malu banget sebenernya.

Setelah mengikuti Technical Meeting, kami makan siang. Terjadi kesenjangan di sini, bagaimana tidak yang mendapatkan makan siang dari panitia hanya tim NSC saja, sedangkan tim EDC dapet snack doang. Tapiiii.. karena kita setia kawan, jadi kita makan bareng-bareng deh makan siangnya # tapi tetep aku Cuma makan seuncrit, takutnya terjadi reaksi yang tidak diinginkan pada perutku, soalnya Entrostop pesenanku belum datang.




Pukul 13.00 WIB kompetisi dimulai, tim EDC bertahan di lantai 3 untuk Tech-meet dan Match up bareng English Debating Society-nya UGM (EDS UGM). Sementara itu tim NSC turun ke Mini Hospital di lantai 1. Makin semangat saat Mr. Nur hadir mendampingi kami.

Nah, untuk round pertama di EDC kami tim debate bekesempatan mencicipi debate bareng temen-temen dari UNIBRAW, dan mbak Punjung berlaku sebagai Adjudicator kami di Round pertama ini. Alhamdulillah kami unggul di Round pertama dengan motion THBT the Classification of Hospital is a Discrimination of Health Services, berdiri di Opposition team kami berhasil mempertahankan case yang kami angkat dengan margin 4, yeay!! :D

Sekarang masuk ke Round ke dua, mengusung motion TH Regret the Implementation of PBL system in Medical Faculty. Berada di kubu Government kami di patahkan oleh tim Universitas Indonesia B dengan margin 4 juga.

Ini nih Round ke tiga dengan motion yang agak ringan namun lumayan juga, THBT Untrained and Uncertified Health Workers ( Dukun etc.) Should be Supported to Give Health Services , kali ini kami berperan sebagai Affirmative team melawan teman-teman dari Stikes dr. Supraoen. Ini nih yang bikin deg-deg soalnya panitia pake silent Round jadi kami ga tau menang ato kalah dari Stikes dr. Supraoen.

Now is the time to announce the 4 breaking teams, yeay, yeay, yeay.. kami harap-harap cemas nih… tim pertama yang masuk breaking teams adalah Universitas Indonesia A dengan 3 VP (kemenangan) tapi scorenya berapa lupa margin 17. Disusul Universitas Indonesia B dengan 3 VP, score 667 dan margin 12. Tim ketiga yang berhasil masuk breaking teams adalah Universitas Gajah Mada dengan 2 VP, score 670 margin -8. Hayo tebak siapa yang keempaaat???? Yeay! Kami jadi yang keempat masuk breaking teams, Universitas Diponegoro dengan 2 VP, SCORE 667 dan margin 5. Hah, ga sia-sia aku minum 5 tablet Entrostop di hari pertama hehe.. ^.^v. Alhamdulillah ya Allah..




Oiya, kabar dari NSC, tim kami sempet down sampai hampir nangis karena merasa ga maksimal dengan usaha yang telah mereka lakukan saat kompetisi. Saling memotivasi, itulah yang kita lakukan.

Selesai nih kompetisi di hari pertama, kita langsung disuguhi Garden Party sama panitia di lobi Auditorium FK. Wah seru sekali, karena peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, panitia sengaja memperkenalkan cirri khas Kota Gudeg yang sarat nilai budaya. Mini Stage di desain dengan kain batik dilengkapi dengan sepeda ontel dan motor jadul, untuk makan malam kami di suguhi Sego Kucing, ga tanggung-tanggung akringan beserta pemiliknya diboyong ke FK.




Capek, saatnya merebahkan badan, dengan diantar panitia menggunakan bus yang telah disediakan kami menginap di salah astu hostel di Jalan S. Parman no 7. Special thx for Mr, Nur yang menemani kami selama kompetisi dan our beloved LO Niken and Tiara, yang setia mendampingi kami sampai penginapan . Kami tim EDC tinggal satu kamar dengan teman-teman dari Universitas Airlangga. Haduduh, temen sekamar kami agak geje nih, ada Zakiya, ada woro, dan ga ketinggalan Ela sedangkan tim NSC satu kamar bersama teman-teman dari akper banyumas. Such a great experience to be your roommates gurls :D




Hari kedua, 9 Juni 2012.
Menegangkan sekali, hari ini NSC menantikan pengumuman apakah mereka masuk semifinal ato tidak, dan tim EDC hari ini berjuang di semifinal. Well tim EDC kali ini berkesempatan adu pendapat dengan Tim UI A dengan Motion THW Would Band Medical Students from Accepting Scholarships from cigarette companies. Namun sayang, setelah perdebatan sengit memertahankan pendapat masing-masing, kami terpatahkan oleh UI A, tapi gapapa NSC membawa kabar gembira, mereka masuk semifinal dan telah menyelesaikan kompetisi. Well untuk final EDC didapatkan hasil UI A bertemu dengan UI B, dengan motion THW Force Newly Graduated to Work in Remote Areas. Hasil dari final EDC akan diumumkan esok hari, dan kami harap-harap cemas semoga kami masuk The Big Three. Ameen.. :D

Setelah merasakan atmosphere kompetisi yang luar biasa selama 2 hari, kami berkesempatan untuk me- refresh lagi pikiran kami. Difasilitasi oleh panitia, seluruh peserta Nersvaganza Nasional berkesempatan menikmati eksotisme kota Yogyakarta dalam rangakain acara Jogja City Tour. Kami mengunjungi benteng Vredeberg yang didalamnya terdapat berbagai diorama di masa perjuangan. Lalu tak ketinggalan Jl Malioboro menjadi surge belanja bagi para kaum hawa. Ok, hari yang indah tentu saja tetap bersama Entrostop hehehe..

Yuhhuuu, hari ketiga nihhh …
Hayo siapa yang bisa nggambarin muka galau kami di hari ketiga ini??? Asli deg-deg an banget menanti pengumuman. Jadi, hari ketiga kami disuguhi seminar dengan tema ‘Penerapan 3N ( NANDA, NIC, dan NOC) pada Anak Difabel untuk Meningkatkan Quality of Life’ . Aduuhh, juju raja nih kagak konsen ikut seminar. Akhir datang juga waktu yang dinanti #kaya judul lagu ya..#. Alhamdulillah Team EDC berkesempatan menggondol trophy Third Winner yeay!!! Second Winner diraih oleh UI A, dan trophy first winner jadi milik UI B. Muka Tim NSC UNDIP uda ga karuan nih, Akper Banyumas keluar sebagai juara 3, diikuti Universitas Indonesia nongol sebagai juara 2, antara juara pertama atau juara keempat yaa?? Alhamdulillah lagiiii... tim NSC jadi juara satu lhoh.. :D
Hhuhuhu, terharu sekali saat aku dan Marissa maju menerima Trophy dari PPNI Provinsi Yogyakarta.

Alhamdulillah, Thx a bunch for our beloved Lecturer Mr. Asih Nurakhir atas masukan dan dukungan yang telah diberikan, buat Niken makasih banyak uda jadi penghubung kami dengan panitia, pontang-panting nyariin transport buat kita, buat Tiara hahaha terutama aku mau bilang makasih untuk Entrostop nya yang jadi senjataku slama kompetisi berlangsung. Berikut terimakasih banyak untuk PSIK FK UNDIP atas segala dukungan yang diberikan # aduh berasa habis dapet Grammy aja neh..
Sekian ceritaku. Semangat berkarya ya teman-teman :D





Monday, April 9, 2012

Belajar bersama ibu-ibu di Seroja :D

Hahaha, tak terasa sudah banyak sarang laba-laba yang memenuhi My Story Board..

kali ini tentang pengalaman seru ku belajar membuat kerajinan dari bahan kain flannel bersama ibu-ibu di kawasan seroja, minggu 8 April 2012. Setelah tertunda sekian lama, akhirnya kegiatan ini bisa terealisasikan, Alhamdulillah yaa.. :D

Kawasan Seroja sendiri, merupakan sebuah daerah yang terletak di kelurahan Karang Kidul tepatnya di belakang hotel Horison Simpang Lima Semarang. Berbagai pusat perbelanjaan dan gedung-gedung pemerintahan berdiri megah di sekitaran Simpang Lima dan jalan Pahlawan, tapi Kalau maen ke Seroja kita bakal nemuin suatu kondisi yang asli ironis banget. Sekitar 40 kepala rumah tangga tinggal di kawasan yang kaya gini nih..


balik lagi ke pengalaman seru ku, jadi acara belajar membuat kerajinan dari kain flanel ini merupakan suatu program yang harus aku laksanakan bareng temen-temen satu kelompok di PKM-M. Seharusnya acara belajar bareng ini dilaksanakan 2 minggu yang lalu, tapi karena berbagai kendala baru bisa terlaksana hari minggu kemaren, meski Cuma aku sama farida yang berangkat, soalnya desti lagi praktek di solo, Miski lagi ngurusin acara pengukuhan, Alnia masih belum terlalu sehat.

Pukul 12.20 aku berangkat dari kos ku di depan Rumah Sakit Tugurejo, abis dinas malem jadi aku tidur dulu paginya hehehe. Pukul 13.00 aku sampai di Tembalang langsung menuju ke wisma untuk nyiapin bahan dan menggambar pola untuk ibu-ibu di Seroja. Kain flannel, lem uhu, benang, jarum, gunting, jarum pentul dan pola udah siap, saatnya berangkattt… Tapi, tiba-tiba ujan deres :’(

aku sama farida memutuskan untuk menerjang hujan, kasihan kalau harus membuat ibu-ibu di Seroja menunggu lama. Yeay !!! basah deh hahaha, tapi gapapa kering dijalan ko bajunya karena ternyata si Simpang Lima kagak hujan. Aku dan Farida mampir sebentar ke salah satu pusat oleh-oleh di kawasan Simpang Lima, beli buah tangan untuk ibu-ibu seroja.

Akhirnya kita sampai di Seroja yeay!! Tapi ternyata kita sudah membuat ibu-ibu menunggu terlalu lama *yah jadi ngerasa bersalah. Acara belajar barengnya diadakan di salah satu Rumah warga. Setelah menjelaskan tujuan kedatangan kami, belajar bareng pun di mulai. Firstly, aku pilihin pola yang paling sederhana dulu buat ibu-ibu karena itungannya masih pemula, untuk materi pertama kita bikin bros berbentuk bunga. Ga disangka-sangka ternyata ibu-ibu sangat excited bikin accessories berbahan kain flannel. Ini nih kecerian kita pas belajar bersama, adek-adek juga pada ikut nimbrung.. : D


Materi kedua aku pilihin pola untuk membuat bros berbentuk buah kiwi, dilanjutkan dengan bros bentuk bunga sakura. Yeay!!! Ibu-ibu belajarnya cepet, hasilnya juga lumayan meski agak sedikit kurang rapih. Ini nih hasil karya ibu-ibu Seroja, nice bukan? : D


acara belajar bareng sesi pertama selesai \^.^/ , kalo sesi pertama kita lebih banyak menempel, untuk sesi selanjutnya kita belajar jahit-menjahit. Udah adzan maghrib sholat dulu di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima, aku lagi ga sholat jadi nungguin farida sholat sambil menikmati suasana petang di Simpang Lima.


Wah lega, satu kewajiban sudah tertunaikan, Buat kamu yang tertarik pengen ikut acara belajar bareng ayuk ikut ajah, tar kamu bisa bikin accessories sendiri ga perlu beli mahal mahal, mau bisnis juga bisa … :D