Masih belum bosan jalan-jalan nih hehehe..
26 Agustus 2012.Perjalanan kali ini sebenernya ga direncanakan sih. Bermula dari update status nya mas ku di Facebook yang bilang katanya mau ke Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta buat hunting pantai yang seru, jadilah acara jalan-jalan ini terlaksana secara tidak sengaja. Sebenernya mas ku udah berangkat duluan bareng Riski. Tiba-tiba handphoneku berdering, ternyata mbak Wiwid yang nelpon ngajak nyusulin. Okedeh akhirnya aku telpon mas ku, sempet kepikiran ‘kayanya ga jadi nih nyusul’ soalnya telponku tak kunjung diangkat. Setelah hampir 4 kali aku telpon dia, akhirnya diangkat juga, ternyata dia udah sampai di Semin. Langsung aku kabarin mbak Wiwid, tak lama kemudian mbak Wiwid datang jemput aku, dan mariii kita jalan-jalan.. :D
Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam dari rumah yang terletak di kecamatan Cawas, akhirnya sampai juga di Wonosari.
Nah, buat yang hobi travelling kaya aku, ga ada ruginya lhoh berkunjung ke Wonosari, banyak pantai yang indah membentang dari barat sampai ke timur, siap memanjakan indra penglihatan nih. Kita bisa milih pantai mana yang bakal kita kunjungi, mulai dari pantai Parangtritis, Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Siung, Wedi Ombo, Ndrini dan masih banyak lagi lengkap dengan ciri kas pantai selatan pulau Jawa yang memiliki ombak menggulung dan tebing karang tinggi. Kawasan Wonosari terletak 1,5 jam perjalanan dari kota Yogyakarta, selain menawarkan pemandangan yang siap memanjakan indra penglihatan, liburan didaerah Wonosari ini murah ko, setiap orang dibandrol 5 ribu sebagai biaya retribusi masuk pantai, murah bukan?
Kali ini pilihan jatuh pada pantai Indrayanti sesuai pilihan mbak Wiwid. Begitu sampai di pantai kami langsung di sambut oleh pasir putih kecoklatan yang terhampar, gulungan ombak, serta sinar matahari yang membuat air laut tampak berkilauan. Sayang, pantai sedang ramai, jadi kurang bisa menikmati suasana pantai. Masku sama Riski langsung berganti kostum dan siap berenang dalam gulungan ombak pantai, sedangkan aku dan mbak Wiwid memilih unuk mendekat ke tebing karang dan langsung take some pictures. Masku asik berenang *mentang-mentang bisa berenang*, sementara aku dan Mbak Wiwid sibuk ngobrol kesana-kemari, sebenernya aku uda gatel pengen nyemplung ke air tapi sayang ombaknya terlalu besar dan kabar buruknya aku belum bisa renang begitu juga dengan mbak Wiwid. Hahaha karena kurang ati-ati, hampir aja kebawa ombak gara-gara berusaha ngambil jaket dan tasku yang keseret ombak, alhasil basah semua deh, padahal ga bawa baju ganti gara-gara jalan-jalannya dadakan.
cuma ada satu foto ini sayangnya..
kalo yang ini pantai siung, bagus kan?
Buat kamu yang kurang jago berenang atau belum bisa renang kaya aku, disarankan untuk sangat berhati-berhati kalau main dipantai selatan Pulau Jawa karena ombaknya beda jauh dengan Pantai Utara. Pokoknya harus siap-siap pengangan dan berdiri dengan mantap, hindari batu karang yang licin ya. Oiya, buat kamu yang pengen punya kulit coklat silakan berjemur atau mengubur diri dengan pasir pantai seperti yang dilakukan masku dan Riski.
Sayang sekali jalan-jalannya harus udahan dulu, udah setengah 5, lagipula kami berangkat terlalu siang. Setelah bersih-bersih dan sholat ashar kami meluncur pulang dan kembali melewati jalan berkelok yang membelah dataran tinggi Gunung Kidul. Brrrr, Extremely cold cuy apalagi ditambah baju basah dan jaket basah, menghasilkan demam seharian deh.
Satu hal yang selalu disayangkan dibalik indahnya panorama yang ada adalah sampah, ga di pasirnya ga di air laut tetep aja betebaran sampah. Sayang, ga banyak cerita yang bisa dibagi untuk perjalanan kali ini, karena memang kurang eksplor sih, tapi semoga bermanfaat buat yang butuh referensi jalan-jalan. Selamat berwisata dan ingat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan ya, toh kalau tempat wisatanya bersih siapa juga yang seneng? Kita juga kan ?
bahagia bisa datang kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja, kuncinya satu, nikmati saja momentnya, tidak peduli dimana, kapan dan dengan siapa asal kamu menikmati, pasti bahagia akan terasa disitu ..
Friday, August 31, 2012
cerita untuk 'kamu'
Hey, kamu apa kabar?
Semoga baik-baik saja disana, masih setia menungguku bukan? Akupun begitu, berusaha menyibukkan diri agar tak selalu memikirkanmu, jujur aku takut menganggu harimu saat aku terlalu sering memikirkanmu. Jangan lupa, persiapkan dirimu sebaik mungkin untuk menyambutku ya.
Hey, aku punya cerita untukmu, dengarkan, asal kamu tau aku ini seseorang yang sangat suka bercerita tentang ini dan itu.
Kamu tau, sudah tiga tahun ini aku mencintai seseorang. Dia begitu baik, selalu siap sedia jika aku menemui kesulitan, dia selalu berhasil membuatku tertawa lepas saat hari ku terasa begitu gelap dan membosankan. Dia juga tak pernah menolak mendengarkan aku berceloteh kesana-kemari, dan hebatnya dia tahan mendengarkan suara ku yang entah merdu entah tidak saat aku bernyanyi kecil. Satu lagi, bahunya tak pernah menolak setiap kali aku ingin membagi beban berat dikepalaku.
Hhaaha kamu cemburu ya? Sebentar, belum juga aku selesai bercerita, dengarkan dulu sampai habis.
Aku pun selalu berusaha menjadi seseorang yang selalu ada untuknya, siap menjadi teman paling setia setiap kali masalah datang memenuhi harinya. Aku memperhatikan setiap hal tentang dirinya, baju apa yang sering dia pakai, hal apa saja yang dia lakukan saat turun dari motornya, sticker apa yang ada di helm nya, bahwa rambutnya sudah beruban meskipun usianya baru 23 tahun dan masih banyak lagi. Tapi sepertinya dia tak terlalu membutuhkanku, karena ternyata ada hati lain yang dia pegang. Praktis, dia tak lagi mampu membuatku tertawa lepas saat hariku kelabu, tapi justru dialah yang membuat hari-hariku semakin tak menentu. Aku masih bertahan mencintainyai, namun tak lama aku memutuskan untuk menjauh. Hey, kamu tau rasanya harus berpisah dengannya? Aku mengingau menyebut-nyebut namanya, dunia rasanya seperti akan runtuh tepat di atas kepalaku. Tapi aku sadar aku harus bisa tanpanya. Terkadang aku masih menghubunginya sesekali meskipun aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Aku berhasil melewati 6 bulan tanpa bertemu dengannya dan 2 bulan tanpa pesan singkat, telepon dan segala jenis komunikasi.
Masih cemburu?? Ini masih lumayan panjang lhoh ceritanya, sepertinya kamu butuh teh, kopi atau biskuit untuk dinikmati sambil mendengarkan celotehku. Jangan merokok ya tapi, aku tidak nyaman berada didekat perokok.
Oke aku lanjutkan lagi. Tak lama kemudian, ternyata takdir kembali mendekatkanku dengannya, namun kali ini aku berusaha mengatur hatiku, menyiapkannya kalau-kalau dia harus berlalu dari hidupku (lagi). Kita memberi nama hubungan kita sebagai ‘kakak-adek’ haha entahlah, tapi tak jauh beda dengan hubungan kita yang dulu. Dia masih siap sedia saat aku butuh bantuan, dia masih mempunyai jurus ampuh untuk membuatku tertawa lepas, dia masih belum bosan mendengarkan celotehanku dan nyanyian kecilku yang entah merdu entah tidak. Dan tentu saja bahunya masih sangat kuat menopang kepalaku. Tetapi dia juga masih tetap mempunyai hati untuk membuatku menangis, bedanya kali ini aku lebih kebal atau entah mungkin keras kepala lebih tepatnya. Tak sedikit teman yang menyarankanku untuk berhenti mecintainya, tapi tetap saja aku masih menyimpan harapan, bahwa suatu saat akan aku temui cahaya terang dalam keputusanku untuk tetap bertahan mencintainya. Tapi bukankan terlalu cinta dan terlalu bodoh itu hanya memiliki pembatas yang sangat tipis? Satu tahun lebih aku menjalani hubungan ‘kakak-adek’ dengannya, aku masih saja ngotot mempertahankannya meskipun sepertinya sudah terlalu banyak luka gores di hatiku karena dia memegang hatiku dengan asal-asalan hingga tak jarang hatiku terjatuh dari genggamannya.
Hahaha kalau nanti kamu bertemu dengannya jangan marah ya karena dia telah menyakitiku, maafkan saja, aku juga sudah memaafkan dia ko’ :D
Hey, jangan beranjak dulu, sebentar, masih belum selesai..
Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu aku mendengar cerita yang sangat mencengangkan. Nanti saja aku ceritakan padamu jika kita sudah dipertemukan, terlalu banyak orang yang akan membaca jika aku ceritakan disini. Cerita itu langsung aku dengar dari lisan seseorang yang dia pegang juga hatinya, parahnya yang dialami oleh seseorang -- yang juga dia pegang hatinya—ini, lebih menyesakkan dari apa yang aku alami. Saat itu aku benar-benar tak mampu berucap, kaget setengah hidup, dan secara otomatis pabrik air mataku untuknya berhenti memproduksi air mata lagi, tak ada lagi jatah air mata untuknya. Jika selama ini aku memilih untuk tetap bertahan dalam pusaran arus yang tak menentu sambil tetap membiarkannya memegang kunci pintu hatiku secara asal-asalan, kali ini aku memilih untuk merebut kunci hatiku yang dia pegang lalu melemparkannya kedarat, berharap akan ada seseorang yang menemukan untuk kemudian menyelamatkanku dari pusaran arus yang tidak jelas ini, karena aku masih terlalu takut untuk melompat sendiri. Namun tak mustahil kemungkinan lain yang akan terjadi, bisa jadi dia yang akan mengajakku keluar dari pusaran arus untuk kemudian kembali menggenggan kunci hatiku.
Hey,kamu tau tidak, aku berharap kamu yang akan menyelamatkanku dari pusaran arus yang tidak tentu arah ini. Entah kamu sebagai orang lain yang akan menemukan kunci hati yang telah aku lempar kedarat, atau kamu sebagai dia yang akan mengajakku keluar bersama-sama dari pusaran arus ini. Satu hal yang pasti aku masih setia menunggumu disini dan juga mempersiapkan diriku sebaik mungkin untuk bertemu denganmu. Oiya jika ternyata kamu adalah dia, aku berharap saat kita dipertemukan atau lebih tepatnya disatukan nanti, sikapmu yang kurang tegas itu sudah hilang, karena aku butuh seseorang yang tegas untuk memimpinku.
Aku menceritakan ini bukan sengaja untuk membuatmu cemburu, asal kamu tau seberapa besar pun sayang dan cinta ku saat ini padanya, tak akan pernah sanggup melebihi rasa sayang dan cintaku untukmu kelak. Bahkan meskipun sekarang (mungkin) kita belum dipertemukan, aku pun sudah sangat mencintaimu, percayalah. Tapi jika memang saat ini kamu cemburu, tak apa itu tandanya kamu juga mencintaiku bukan?
Hoaam, ah aku sudah mengantuk, kamu masih ingin mengerjakan sesuatu yang lain? Baiklah, selamat beraktifitas kembali, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mendengarkanku. Oiya jangan tidur terlalu malam ya.. :D
Semoga baik-baik saja disana, masih setia menungguku bukan? Akupun begitu, berusaha menyibukkan diri agar tak selalu memikirkanmu, jujur aku takut menganggu harimu saat aku terlalu sering memikirkanmu. Jangan lupa, persiapkan dirimu sebaik mungkin untuk menyambutku ya.
Hey, aku punya cerita untukmu, dengarkan, asal kamu tau aku ini seseorang yang sangat suka bercerita tentang ini dan itu.
Kamu tau, sudah tiga tahun ini aku mencintai seseorang. Dia begitu baik, selalu siap sedia jika aku menemui kesulitan, dia selalu berhasil membuatku tertawa lepas saat hari ku terasa begitu gelap dan membosankan. Dia juga tak pernah menolak mendengarkan aku berceloteh kesana-kemari, dan hebatnya dia tahan mendengarkan suara ku yang entah merdu entah tidak saat aku bernyanyi kecil. Satu lagi, bahunya tak pernah menolak setiap kali aku ingin membagi beban berat dikepalaku.
Hhaaha kamu cemburu ya? Sebentar, belum juga aku selesai bercerita, dengarkan dulu sampai habis.
Aku pun selalu berusaha menjadi seseorang yang selalu ada untuknya, siap menjadi teman paling setia setiap kali masalah datang memenuhi harinya. Aku memperhatikan setiap hal tentang dirinya, baju apa yang sering dia pakai, hal apa saja yang dia lakukan saat turun dari motornya, sticker apa yang ada di helm nya, bahwa rambutnya sudah beruban meskipun usianya baru 23 tahun dan masih banyak lagi. Tapi sepertinya dia tak terlalu membutuhkanku, karena ternyata ada hati lain yang dia pegang. Praktis, dia tak lagi mampu membuatku tertawa lepas saat hariku kelabu, tapi justru dialah yang membuat hari-hariku semakin tak menentu. Aku masih bertahan mencintainyai, namun tak lama aku memutuskan untuk menjauh. Hey, kamu tau rasanya harus berpisah dengannya? Aku mengingau menyebut-nyebut namanya, dunia rasanya seperti akan runtuh tepat di atas kepalaku. Tapi aku sadar aku harus bisa tanpanya. Terkadang aku masih menghubunginya sesekali meskipun aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Aku berhasil melewati 6 bulan tanpa bertemu dengannya dan 2 bulan tanpa pesan singkat, telepon dan segala jenis komunikasi.
Masih cemburu?? Ini masih lumayan panjang lhoh ceritanya, sepertinya kamu butuh teh, kopi atau biskuit untuk dinikmati sambil mendengarkan celotehku. Jangan merokok ya tapi, aku tidak nyaman berada didekat perokok.
Oke aku lanjutkan lagi. Tak lama kemudian, ternyata takdir kembali mendekatkanku dengannya, namun kali ini aku berusaha mengatur hatiku, menyiapkannya kalau-kalau dia harus berlalu dari hidupku (lagi). Kita memberi nama hubungan kita sebagai ‘kakak-adek’ haha entahlah, tapi tak jauh beda dengan hubungan kita yang dulu. Dia masih siap sedia saat aku butuh bantuan, dia masih mempunyai jurus ampuh untuk membuatku tertawa lepas, dia masih belum bosan mendengarkan celotehanku dan nyanyian kecilku yang entah merdu entah tidak. Dan tentu saja bahunya masih sangat kuat menopang kepalaku. Tetapi dia juga masih tetap mempunyai hati untuk membuatku menangis, bedanya kali ini aku lebih kebal atau entah mungkin keras kepala lebih tepatnya. Tak sedikit teman yang menyarankanku untuk berhenti mecintainya, tapi tetap saja aku masih menyimpan harapan, bahwa suatu saat akan aku temui cahaya terang dalam keputusanku untuk tetap bertahan mencintainya. Tapi bukankan terlalu cinta dan terlalu bodoh itu hanya memiliki pembatas yang sangat tipis? Satu tahun lebih aku menjalani hubungan ‘kakak-adek’ dengannya, aku masih saja ngotot mempertahankannya meskipun sepertinya sudah terlalu banyak luka gores di hatiku karena dia memegang hatiku dengan asal-asalan hingga tak jarang hatiku terjatuh dari genggamannya.
Hahaha kalau nanti kamu bertemu dengannya jangan marah ya karena dia telah menyakitiku, maafkan saja, aku juga sudah memaafkan dia ko’ :D
Hey, jangan beranjak dulu, sebentar, masih belum selesai..
Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu aku mendengar cerita yang sangat mencengangkan. Nanti saja aku ceritakan padamu jika kita sudah dipertemukan, terlalu banyak orang yang akan membaca jika aku ceritakan disini. Cerita itu langsung aku dengar dari lisan seseorang yang dia pegang juga hatinya, parahnya yang dialami oleh seseorang -- yang juga dia pegang hatinya—ini, lebih menyesakkan dari apa yang aku alami. Saat itu aku benar-benar tak mampu berucap, kaget setengah hidup, dan secara otomatis pabrik air mataku untuknya berhenti memproduksi air mata lagi, tak ada lagi jatah air mata untuknya. Jika selama ini aku memilih untuk tetap bertahan dalam pusaran arus yang tak menentu sambil tetap membiarkannya memegang kunci pintu hatiku secara asal-asalan, kali ini aku memilih untuk merebut kunci hatiku yang dia pegang lalu melemparkannya kedarat, berharap akan ada seseorang yang menemukan untuk kemudian menyelamatkanku dari pusaran arus yang tidak jelas ini, karena aku masih terlalu takut untuk melompat sendiri. Namun tak mustahil kemungkinan lain yang akan terjadi, bisa jadi dia yang akan mengajakku keluar dari pusaran arus untuk kemudian kembali menggenggan kunci hatiku.
Hey,kamu tau tidak, aku berharap kamu yang akan menyelamatkanku dari pusaran arus yang tidak tentu arah ini. Entah kamu sebagai orang lain yang akan menemukan kunci hati yang telah aku lempar kedarat, atau kamu sebagai dia yang akan mengajakku keluar bersama-sama dari pusaran arus ini. Satu hal yang pasti aku masih setia menunggumu disini dan juga mempersiapkan diriku sebaik mungkin untuk bertemu denganmu. Oiya jika ternyata kamu adalah dia, aku berharap saat kita dipertemukan atau lebih tepatnya disatukan nanti, sikapmu yang kurang tegas itu sudah hilang, karena aku butuh seseorang yang tegas untuk memimpinku.
Aku menceritakan ini bukan sengaja untuk membuatmu cemburu, asal kamu tau seberapa besar pun sayang dan cinta ku saat ini padanya, tak akan pernah sanggup melebihi rasa sayang dan cintaku untukmu kelak. Bahkan meskipun sekarang (mungkin) kita belum dipertemukan, aku pun sudah sangat mencintaimu, percayalah. Tapi jika memang saat ini kamu cemburu, tak apa itu tandanya kamu juga mencintaiku bukan?
Hoaam, ah aku sudah mengantuk, kamu masih ingin mengerjakan sesuatu yang lain? Baiklah, selamat beraktifitas kembali, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mendengarkanku. Oiya jangan tidur terlalu malam ya.. :D
Sunday, July 22, 2012
Jepara: Bumi Kartini
Yeay! Jalan-jalan lagi nih ..
Kali ini, jepara menjadi pilihanku untuk berlibur. Aku dan teman-teman (Desti, Farida, dan Iddo) memilih untuk berlibur ala ransel, bener-bener ala ransel banget deh pokoknya. Bermodal fisik sehat, motor, keinginan yang kuat dan uang secukupnya, kami berangkat menuju kota Jepara –Bumi Kartini yang terletak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Semarang.
Kami berangkat pukul 07.00 pagi setelah sarapan di sebuah warung soto di Tembalang. Bermodal keinginan yang kuat kami berangkat menuju Jepara meskipun kami ga tau persis jalan menuju Kota Ukir tersebut. Sebenernya Zuni –yang rumahnya bakal jadi tempat kami transit, nawarin buat berangkat bareng dari Semarang, tapi karena saking bandelnya, kami memutuskan untuk berangkat duluan.
Setelah satu jam perjalanan kami berhasil memasuki kota Demak tanpa nyasar# yaiyalah Demak kan Cuma situ doang. Kami mulai bingung saat di perbatasan Demak- Jepara, okedeh daripada bingung akhirnya Zuni memberi kami instruksi untuk mncari patung Durian di pasar Tahunan Jepara # namanya emang pasar Tahunan tapi bukan berarti bukanya Cuma setahun sekali lhoh. Well, akhirnya dimulailah pencarian patung durian. Setelah beberapa kali bertanya pada warga sekitar akhirnya kami menemukan si Patung Durian –yang memang benar-benar mirip dengan durian asli. Sekitar 10 menit kami menunggu di Patung Durian, akhirnya Zuni datang juga. Yuk mari, lanjutkan perjalanan.. :D
Ini nih Si Patung Durian
Yuhhuuu, bersama Zuni kami menempuh perjalanan selama 20 menit, harus menyesuaikan dengan gaya bermotornya Zuni yang uda ala pembalap gitu deh. Kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari Semarang, akhirnya kami sampai juga di rumah Zuni yang terletak di Kawasan Wisata Pantai Bandengan.
Disambut deretan mebel di depan rumah Zuni. Salim dulu yuuk sama ibunya Zuni—yang lebih pantes jadi mbak nya Zuni,hhehe. Rencananya setelah beristirahat sejenak kami bakal langsung cus ke pantai, namun tak disangka-sangka, ibu nya Zuni lagi masak buat kita. Okedeh akhirnya kami menunda keberangkatan menuju pantai, ga baik nolak rezeki, apalagi ikan bakar dan sambel kecap ala Ibu nya Zuni emang bener-bener nyus banget # huuuu… bilang aja laper..
Ini nih ikan bakar nya, keliatan enak kan?
Udah kenyang nih, makasih ya Tante buat ikan bakar dan sambel kecapnya hehehe. Sekarang saatnya berangkat ke pantai. Udah siap nih kitaa, tapi kata Zuni suruh nunggu sebentar, okedeeeh kita tunggu # meskipun kita ga tau apa yang sebenernya ditunggu. Wuihh tak disangka-sangka yang ditunggu adalah bapaknya Zuni, dengan gaya ala polisi banget, bapaknya Zuni keluar dengan motor cowok. Zuni memberi kami instruksi buat ngintil bapaknya dari belakang. Dimulailah konvoi menuju pantai bersama bapaknya Zuni.
Di pintu masuk pantai: klakson berbunyi dua kali dari motor bapaknya Zuni, semacam kode gitu, lalu terjadi percakapan, kurang lebihnya seperti ini
Petugas pintu masuk (PPM) : ‘siapa pak?’
Bapaknya Zuni (BZ) : ‘Kelurga’
PPM : ‘Berapa motor?’
BZ : ‘tiga motor’
PPM : ‘Oke masuk’
Ahahay, langsung deh dengan wajah sumringah kami masuk ke Pantai, thx a lot ya Oom :D Kaya nya asik nih kalo ada Kartu Tanda Teman Bapak Zuni, hheehe pisss Zun v^^
Di Pantai
Sebenernya, kami di kasih naik banana boat gratis, tapi karena untuk naik banana boat kami tidak diijinkan memakai peniti dan teman-temannya, kami memutuskan untuk ga naik banana boat aja, soalnya yang cewek semuanya jilbaber dan ga pake jilbab bergo, tapi pake yang segi empat. Okedeh gapapa.
Desti dan aku langsung menuju pantai, maen air. Si Farida ga mau nyemplung, Zuni katanya uda bosen ama pantai, Iddo mulai autis dengan kamera pocket yang dia pegang. Setelah asik dengan kegiatan sendiri-sendiri, akhirnya kami memutuskan untuk menuju Pulau Panjang, menggunakan perahu. Buat kamu yang pengen ke Pulau Panjang jangan sampai kena tipu, harga standar perahu ke Pulau Panjang Cuma 10 ribu/ orang pulang pergi.
Di Pulau Panjang
Selamat Datang di Pulau Panjang
Pulau Panjang terletak sekitar sepuluh menit perjalanan dari pantai Bandengan menggunakan perahu motor, perahu motor lho ya bukan gethek. Kalo kamu niat muterin tepi pulau Pajang dari satu titik nanti pasti kamu bakal kembali ketitik tersebut, kecil kok pulau nya. Cuma dikasih waktu satu jam nih di Pulau Panjang. Begitu sampai di dermaga kami langsung berlarian mencari posisi yang pas buat foto hehehe. Setelah puas foto-foto di dermaga, Langsung deh kita cus muterin nih Pulau sambil hunting view yang bagus buat take pictures. Wah ternyata uda adzan
Dzuhur, mari sholat. Setelah sholat kami melanjutkan perjalanan. Asik akhirnya nemu tempat bagus buat foto-foto sambil menikmati tenangnya ombak di Pantai Laut Selatan. Yuk foto-foto.. \
Ini nih pose-pose kita hehehehe
Pulau Panjang belum selese kami puterin, tapi sayang waktu kami udah abis. Pas perjalanan balik menuju dermaga, kami menemukan satu sisi pulau panjang yang buagus banget dan bikin kami teriak.’W.O.W. what a very beautiful Landscape…!!!!’ # hahaha lebay, tapi serius bagus banget. Kata Desti ‘ buagus banget ndon kaya wallpaper di Internet’

Bagus banget kan ?
Tapi ditengah indahnya pulau panjang masih ada aja sampah yang dibuang ke laut, padahal uda banyak papan-papan peringatan yang dipasang. tapi senegnya di Pulau Panjang uda ada penanaman mangroove nya lhoh
Oke mari kita menepi ke pantai Bandengan lagi. Bingung nih udah lebih rame pantainya dibanding waktu kita baru nyampe tadi. Banyak anak-anak pramuka pada maen air. Akhirnya Iddo mengusulkan untuk menyewa pelampung. Buat kamu yang mau nyewa pelampung, harga normalnya 10 Ribu per pelampungnya. Karena kita liburan ala ransel jadi kita nyewa satu pelampung buat berlima, tapi justru seru banget malahan, Farida yang awalnya bener-bener kagak mau nyemplung, akhirnya basah kuyup pas maen pelampung.
Ini nih kecerian kita waktu maen air
Udah sore nih balik yuuk… kami memutuskan untuk kembali ke rumah Zuni untuk mandi, sholat, pamitan sama ibu dan bapaknya Zuni dan bersiap pulang. Sebelum pulang kami diajak Zuni ke GBK, hayo tebak GBK itu apa??? Awalnya aku piier Gelora Bung Karno, tapi bukaaannnn, beda tipis sih GBK yang di Jepara itu adalah Gelora Bumi Kartini, stadion tempat latihannya PERSIJAP. Arsitektur GBK terbilang unik, dengan atap tribun utama berbentuk kapal.
Duh, masih belum puas nih mengeksplor Jepara, tapi mau ga mau kami harus segera kembali ke Semarang, kembali ke rutinitas yang telah menunggu kami. Sebelum pulang kami mengisi perut dulu di warung mie ayam. Oke, sudah kenyang.. mari pulang. Zuni mengatarkan kami sampai Patung Durian, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Semarang. Terimakasih Zuni untuk semuanya…. :D
Di perjalanan pulang, entah ngantuk ato memang kondisi jalan yang licin atau ada faktor x, Iddo mengalami kecelakaan di Demak, eh tanpa disangka aku dan Desti nyusul iddo, kami ikutan jatuh, dan tak disangka pula dua motor di belakang kita ikutan jatoh. Tapi Alhamdulillah Allah masih melindungi kami, ga ada yang lecet meskipun kami meluncur di aspal, bersyukur banget sama Allah. Pas uda sampae Semarang kami berpencar, eh aku dan Desti pake acara nyasar pula, dengan muka cemong karena habis nyium aspal kami melaju pelan dengan motor Mio milik Desti, kami melewati kawasan Citarum dan jalan Soekarno Hatta yang benar-benar kami ga hapal arah jalannya. Tapi Alhamdulillah semuanya jadi jelas ketika kita sampai di jalan Majapahit.
Wuiiih, pengalaman luar biasaa, memperkuat ukhuwah sambil menikmati alam yang indah, semakin tersepona dengan ciptaan Allah..
Yuk mariii, planning rihlah selanjutnya adalah Puncak Gunung Bromo, Bismillah semoga terwujud. Amiiiin.
Kali ini, jepara menjadi pilihanku untuk berlibur. Aku dan teman-teman (Desti, Farida, dan Iddo) memilih untuk berlibur ala ransel, bener-bener ala ransel banget deh pokoknya. Bermodal fisik sehat, motor, keinginan yang kuat dan uang secukupnya, kami berangkat menuju kota Jepara –Bumi Kartini yang terletak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Semarang.
Kami berangkat pukul 07.00 pagi setelah sarapan di sebuah warung soto di Tembalang. Bermodal keinginan yang kuat kami berangkat menuju Jepara meskipun kami ga tau persis jalan menuju Kota Ukir tersebut. Sebenernya Zuni –yang rumahnya bakal jadi tempat kami transit, nawarin buat berangkat bareng dari Semarang, tapi karena saking bandelnya, kami memutuskan untuk berangkat duluan.
Setelah satu jam perjalanan kami berhasil memasuki kota Demak tanpa nyasar# yaiyalah Demak kan Cuma situ doang. Kami mulai bingung saat di perbatasan Demak- Jepara, okedeh daripada bingung akhirnya Zuni memberi kami instruksi untuk mncari patung Durian di pasar Tahunan Jepara # namanya emang pasar Tahunan tapi bukan berarti bukanya Cuma setahun sekali lhoh. Well, akhirnya dimulailah pencarian patung durian. Setelah beberapa kali bertanya pada warga sekitar akhirnya kami menemukan si Patung Durian –yang memang benar-benar mirip dengan durian asli. Sekitar 10 menit kami menunggu di Patung Durian, akhirnya Zuni datang juga. Yuk mari, lanjutkan perjalanan.. :D
Ini nih Si Patung Durian
Yuhhuuu, bersama Zuni kami menempuh perjalanan selama 20 menit, harus menyesuaikan dengan gaya bermotornya Zuni yang uda ala pembalap gitu deh. Kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari Semarang, akhirnya kami sampai juga di rumah Zuni yang terletak di Kawasan Wisata Pantai Bandengan.
Disambut deretan mebel di depan rumah Zuni. Salim dulu yuuk sama ibunya Zuni—yang lebih pantes jadi mbak nya Zuni,hhehe. Rencananya setelah beristirahat sejenak kami bakal langsung cus ke pantai, namun tak disangka-sangka, ibu nya Zuni lagi masak buat kita. Okedeh akhirnya kami menunda keberangkatan menuju pantai, ga baik nolak rezeki, apalagi ikan bakar dan sambel kecap ala Ibu nya Zuni emang bener-bener nyus banget # huuuu… bilang aja laper..
Ini nih ikan bakar nya, keliatan enak kan?
Udah kenyang nih, makasih ya Tante buat ikan bakar dan sambel kecapnya hehehe. Sekarang saatnya berangkat ke pantai. Udah siap nih kitaa, tapi kata Zuni suruh nunggu sebentar, okedeeeh kita tunggu # meskipun kita ga tau apa yang sebenernya ditunggu. Wuihh tak disangka-sangka yang ditunggu adalah bapaknya Zuni, dengan gaya ala polisi banget, bapaknya Zuni keluar dengan motor cowok. Zuni memberi kami instruksi buat ngintil bapaknya dari belakang. Dimulailah konvoi menuju pantai bersama bapaknya Zuni.
Di pintu masuk pantai: klakson berbunyi dua kali dari motor bapaknya Zuni, semacam kode gitu, lalu terjadi percakapan, kurang lebihnya seperti ini
Petugas pintu masuk (PPM) : ‘siapa pak?’
Bapaknya Zuni (BZ) : ‘Kelurga’
PPM : ‘Berapa motor?’
BZ : ‘tiga motor’
PPM : ‘Oke masuk’
Ahahay, langsung deh dengan wajah sumringah kami masuk ke Pantai, thx a lot ya Oom :D Kaya nya asik nih kalo ada Kartu Tanda Teman Bapak Zuni, hheehe pisss Zun v^^
Di Pantai
Sebenernya, kami di kasih naik banana boat gratis, tapi karena untuk naik banana boat kami tidak diijinkan memakai peniti dan teman-temannya, kami memutuskan untuk ga naik banana boat aja, soalnya yang cewek semuanya jilbaber dan ga pake jilbab bergo, tapi pake yang segi empat. Okedeh gapapa.
Desti dan aku langsung menuju pantai, maen air. Si Farida ga mau nyemplung, Zuni katanya uda bosen ama pantai, Iddo mulai autis dengan kamera pocket yang dia pegang. Setelah asik dengan kegiatan sendiri-sendiri, akhirnya kami memutuskan untuk menuju Pulau Panjang, menggunakan perahu. Buat kamu yang pengen ke Pulau Panjang jangan sampai kena tipu, harga standar perahu ke Pulau Panjang Cuma 10 ribu/ orang pulang pergi.
Di Pulau Panjang
Selamat Datang di Pulau Panjang
Pulau Panjang terletak sekitar sepuluh menit perjalanan dari pantai Bandengan menggunakan perahu motor, perahu motor lho ya bukan gethek. Kalo kamu niat muterin tepi pulau Pajang dari satu titik nanti pasti kamu bakal kembali ketitik tersebut, kecil kok pulau nya. Cuma dikasih waktu satu jam nih di Pulau Panjang. Begitu sampai di dermaga kami langsung berlarian mencari posisi yang pas buat foto hehehe. Setelah puas foto-foto di dermaga, Langsung deh kita cus muterin nih Pulau sambil hunting view yang bagus buat take pictures. Wah ternyata uda adzan
Dzuhur, mari sholat. Setelah sholat kami melanjutkan perjalanan. Asik akhirnya nemu tempat bagus buat foto-foto sambil menikmati tenangnya ombak di Pantai Laut Selatan. Yuk foto-foto.. \
Ini nih pose-pose kita hehehehe
Pulau Panjang belum selese kami puterin, tapi sayang waktu kami udah abis. Pas perjalanan balik menuju dermaga, kami menemukan satu sisi pulau panjang yang buagus banget dan bikin kami teriak.’W.O.W. what a very beautiful Landscape…!!!!’ # hahaha lebay, tapi serius bagus banget. Kata Desti ‘ buagus banget ndon kaya wallpaper di Internet’
Bagus banget kan ?
Tapi ditengah indahnya pulau panjang masih ada aja sampah yang dibuang ke laut, padahal uda banyak papan-papan peringatan yang dipasang. tapi senegnya di Pulau Panjang uda ada penanaman mangroove nya lhoh
Oke mari kita menepi ke pantai Bandengan lagi. Bingung nih udah lebih rame pantainya dibanding waktu kita baru nyampe tadi. Banyak anak-anak pramuka pada maen air. Akhirnya Iddo mengusulkan untuk menyewa pelampung. Buat kamu yang mau nyewa pelampung, harga normalnya 10 Ribu per pelampungnya. Karena kita liburan ala ransel jadi kita nyewa satu pelampung buat berlima, tapi justru seru banget malahan, Farida yang awalnya bener-bener kagak mau nyemplung, akhirnya basah kuyup pas maen pelampung.
Ini nih kecerian kita waktu maen air
Udah sore nih balik yuuk… kami memutuskan untuk kembali ke rumah Zuni untuk mandi, sholat, pamitan sama ibu dan bapaknya Zuni dan bersiap pulang. Sebelum pulang kami diajak Zuni ke GBK, hayo tebak GBK itu apa??? Awalnya aku piier Gelora Bung Karno, tapi bukaaannnn, beda tipis sih GBK yang di Jepara itu adalah Gelora Bumi Kartini, stadion tempat latihannya PERSIJAP. Arsitektur GBK terbilang unik, dengan atap tribun utama berbentuk kapal.
Duh, masih belum puas nih mengeksplor Jepara, tapi mau ga mau kami harus segera kembali ke Semarang, kembali ke rutinitas yang telah menunggu kami. Sebelum pulang kami mengisi perut dulu di warung mie ayam. Oke, sudah kenyang.. mari pulang. Zuni mengatarkan kami sampai Patung Durian, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Semarang. Terimakasih Zuni untuk semuanya…. :D
Di perjalanan pulang, entah ngantuk ato memang kondisi jalan yang licin atau ada faktor x, Iddo mengalami kecelakaan di Demak, eh tanpa disangka aku dan Desti nyusul iddo, kami ikutan jatuh, dan tak disangka pula dua motor di belakang kita ikutan jatoh. Tapi Alhamdulillah Allah masih melindungi kami, ga ada yang lecet meskipun kami meluncur di aspal, bersyukur banget sama Allah. Pas uda sampae Semarang kami berpencar, eh aku dan Desti pake acara nyasar pula, dengan muka cemong karena habis nyium aspal kami melaju pelan dengan motor Mio milik Desti, kami melewati kawasan Citarum dan jalan Soekarno Hatta yang benar-benar kami ga hapal arah jalannya. Tapi Alhamdulillah semuanya jadi jelas ketika kita sampai di jalan Majapahit.
Wuiiih, pengalaman luar biasaa, memperkuat ukhuwah sambil menikmati alam yang indah, semakin tersepona dengan ciptaan Allah..
Yuk mariii, planning rihlah selanjutnya adalah Puncak Gunung Bromo, Bismillah semoga terwujud. Amiiiin.
Thursday, July 12, 2012
Wednesday, June 27, 2012
aku, kamu dan kegilaan kita
Lagi, kita melakukan hal konyol. Setelah yang terakhir adalah berfoto di depan lampu merah jembatan banjir kanal barat, kali ini kita berpiknik bersama di depan rumah sakit. Aku pernah berpikiran untuk melakukan hal konyol ini, tapi aku rasa kamu tidak akan menyetujuinya. Giliran aku yang tercengang sekarang, saat kamu membeli kue bandung kemudian memintaku untuk membeli minuman di minimarket dan kamu mencomot satu cone es krim, lalu bergegas melaju dengan motormu. Meskipun saat itu kamu menanyakan dimana kita akan menghabiskan makanan ini, (dan lalu, tentu saja aku memilih tempat itu) namun aku yakin bahwa sebenarnya kamu pun memikirkan tempat yang sama dengan yang aku pikirkan.
Tempat ini, belakangan menjadi tempat favoritku,terang, tenang namun tidak terlalu sepi, dan dari tempat ini aku bisa melihat jutaan kerlip lampu. Dan aku pikir, sekarang mulai banyak orang yang menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit. Di samping kanan kita ada satu pasang kekasih dan begitu juga disamping kiri kita, sepertinya mereka sedang membicarakan hal serius. Jauh di sisi kanan kita, ada segerombolan orang yang sedang berbincang, sesekali mereka terbahak.
Hahaha, kita memulai piknik konyol ini, dengan satu kardus kue bandung, satu cone es krim, dan satu botol air mineral, rukun sekali ya kita? Kamu semangat sekali menyantap kue bandung hitam manis itu, lalu membuka es krim. ‘ ini’ katamu, sambil menyodorkan es krim itu padaku. Aku menggeleng, ‘ nanti saja’. Kita berusaha menghabiskan makanan yang kita beli, namun gagal karena aku tak terlalu suka makanan manis. Aku hanya mengambil 2 potong kue bandung, dan menggigit sedikit es krim yang kamu bawa. Banyak hal yang aku ceritakan padamu, namun kamu hanya diam, entah bosan, entah kamu dengarkan atau tidak ocehanku yang panjang lebar itu, aku tak peduli. Kamu merebahkan badanmu di rerumputan dan menutup mata, dan aku duduk disampingmu sambil bernyanyi. Mungkin orang-orang yang melintasi tempat kita berpiknik akan berpikran bahwa kita ini PASANGAN ROMANTIS yang GILA. Hey, tentu saja kita akan segera memprotes orang yang mengatakan hal seperti itu, karena AKU dan KAMU BUKAN PASANGAN, jadi tidak ada kata ROMANTIS, mungkin yang pantas untuk kita hanyalah kata GILA.
Entahlah, sampai kapan kita bisa melakukan hal konyol seperti ini lagi, menjadi TEMAN menggila satu sama lain, karena tak lama lagi pasti aku akan lebih sering merindukan kebersamaan kita.
Tempat ini, belakangan menjadi tempat favoritku,terang, tenang namun tidak terlalu sepi, dan dari tempat ini aku bisa melihat jutaan kerlip lampu. Dan aku pikir, sekarang mulai banyak orang yang menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit. Di samping kanan kita ada satu pasang kekasih dan begitu juga disamping kiri kita, sepertinya mereka sedang membicarakan hal serius. Jauh di sisi kanan kita, ada segerombolan orang yang sedang berbincang, sesekali mereka terbahak.
Hahaha, kita memulai piknik konyol ini, dengan satu kardus kue bandung, satu cone es krim, dan satu botol air mineral, rukun sekali ya kita? Kamu semangat sekali menyantap kue bandung hitam manis itu, lalu membuka es krim. ‘ ini’ katamu, sambil menyodorkan es krim itu padaku. Aku menggeleng, ‘ nanti saja’. Kita berusaha menghabiskan makanan yang kita beli, namun gagal karena aku tak terlalu suka makanan manis. Aku hanya mengambil 2 potong kue bandung, dan menggigit sedikit es krim yang kamu bawa. Banyak hal yang aku ceritakan padamu, namun kamu hanya diam, entah bosan, entah kamu dengarkan atau tidak ocehanku yang panjang lebar itu, aku tak peduli. Kamu merebahkan badanmu di rerumputan dan menutup mata, dan aku duduk disampingmu sambil bernyanyi. Mungkin orang-orang yang melintasi tempat kita berpiknik akan berpikran bahwa kita ini PASANGAN ROMANTIS yang GILA. Hey, tentu saja kita akan segera memprotes orang yang mengatakan hal seperti itu, karena AKU dan KAMU BUKAN PASANGAN, jadi tidak ada kata ROMANTIS, mungkin yang pantas untuk kita hanyalah kata GILA.
Entahlah, sampai kapan kita bisa melakukan hal konyol seperti ini lagi, menjadi TEMAN menggila satu sama lain, karena tak lama lagi pasti aku akan lebih sering merindukan kebersamaan kita.
Sunday, June 17, 2012
nersvaganza 2012
Yuhuuu… aku datang lagi, duh maaf ya blogku tercinta lama ga nulis nihh..
Well kali ini tentang pengalaman seru bersama teman-teman kontingen keperawatan UNDIP di ajang Nersvaganza Nasional yang diselenggarakan di Univesitas Gajah Mada Yogyakarta 8-10 Juni 2012 kemarin. Apasih Nersvaganza itu, nah Nervaganza itu adalah acara tahunan milik Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia semacam olimpiade untuk anak-anak keperawatan gitu deh.
Bertolak dari Semarang jum’at 8 juni pukul 06.30 WIB, pake travel Cip******, aku masih setia memasang muka ngantuk ku, gara-gara abis latihan langsung cus ke puskesmas buat responsi dan baru pulang pukul 23.00 WIB. Oiya sini-sini saya kenalkan personel dari kontingen keperawatan UNDIP, dari perwakilan NURSING SKILL COMPETITION (NSC) kita punya, Eva Dwi Mayrani ( yang kalo manggill dia kita harus pake pronunciation yang bener jadinya gini “Ewa” gituu), ada Dwi Nur Rahmantika a.k.a Enyak, dan yang terakhir Marissa. Perwakilan ENGLISH DEBATE COMPETITION kita punya Nur Hafizah Widyaningtyas a.k.a Fiza, Azka Fathiyatir R and me. Kami juga punya pendamping setia dari Hublu HIMKA, tarrrraaaa dia dalah Niken Purbo Laras (mungkin dia sahabat dekatnya cindelaras kali ya??).Well dengan formasi ini kita siap bertempur memperjuangkan nama baik almamater tercinta :D

Mengemban tugas Negara membuatku over nervous, sampai-sampai motilitas usus ku meningkat #hasseek bahasa ku# Iya serius nih, sampai-sampai aku kenceng banget megang tangan Fiza yang duduk disampingku, uda mirip adegan ibu hamil nahan kontraksi gitu deh. Untungnya travel yang kita tumpangi punya Restspot.
Setelah hampir 3,5 jam melewati jalan Semarang- Jogja yang berliku-liku akhirnya kami sampai juga di Faculty of Medicine Gajah Mada University, wah ini nih atmosfer nya uda makin kerasa aja. Kami disambut oleh LO kami tercinta, Mutiara yang akrab dipanggil Tiara. Kami segera diantar ke Gedung Ismangoen, naruh tas lalu bergegas mengikuti technical meeting. Dan satu hal ga elit yang aku lakukan adalah langsung meminta tolong Tiara untuk nyariin Entrostop # sumprit malu banget sebenernya.
Setelah mengikuti Technical Meeting, kami makan siang. Terjadi kesenjangan di sini, bagaimana tidak yang mendapatkan makan siang dari panitia hanya tim NSC saja, sedangkan tim EDC dapet snack doang. Tapiiii.. karena kita setia kawan, jadi kita makan bareng-bareng deh makan siangnya # tapi tetep aku Cuma makan seuncrit, takutnya terjadi reaksi yang tidak diinginkan pada perutku, soalnya Entrostop pesenanku belum datang.

Pukul 13.00 WIB kompetisi dimulai, tim EDC bertahan di lantai 3 untuk Tech-meet dan Match up bareng English Debating Society-nya UGM (EDS UGM). Sementara itu tim NSC turun ke Mini Hospital di lantai 1. Makin semangat saat Mr. Nur hadir mendampingi kami.
Nah, untuk round pertama di EDC kami tim debate bekesempatan mencicipi debate bareng temen-temen dari UNIBRAW, dan mbak Punjung berlaku sebagai Adjudicator kami di Round pertama ini. Alhamdulillah kami unggul di Round pertama dengan motion THBT the Classification of Hospital is a Discrimination of Health Services, berdiri di Opposition team kami berhasil mempertahankan case yang kami angkat dengan margin 4, yeay!! :D
Sekarang masuk ke Round ke dua, mengusung motion TH Regret the Implementation of PBL system in Medical Faculty. Berada di kubu Government kami di patahkan oleh tim Universitas Indonesia B dengan margin 4 juga.
Ini nih Round ke tiga dengan motion yang agak ringan namun lumayan juga, THBT Untrained and Uncertified Health Workers ( Dukun etc.) Should be Supported to Give Health Services , kali ini kami berperan sebagai Affirmative team melawan teman-teman dari Stikes dr. Supraoen. Ini nih yang bikin deg-deg soalnya panitia pake silent Round jadi kami ga tau menang ato kalah dari Stikes dr. Supraoen.
Now is the time to announce the 4 breaking teams, yeay, yeay, yeay.. kami harap-harap cemas nih… tim pertama yang masuk breaking teams adalah Universitas Indonesia A dengan 3 VP (kemenangan) tapi scorenya berapa lupa margin 17. Disusul Universitas Indonesia B dengan 3 VP, score 667 dan margin 12. Tim ketiga yang berhasil masuk breaking teams adalah Universitas Gajah Mada dengan 2 VP, score 670 margin -8. Hayo tebak siapa yang keempaaat???? Yeay! Kami jadi yang keempat masuk breaking teams, Universitas Diponegoro dengan 2 VP, SCORE 667 dan margin 5. Hah, ga sia-sia aku minum 5 tablet Entrostop di hari pertama hehe.. ^.^v. Alhamdulillah ya Allah..

Oiya, kabar dari NSC, tim kami sempet down sampai hampir nangis karena merasa ga maksimal dengan usaha yang telah mereka lakukan saat kompetisi. Saling memotivasi, itulah yang kita lakukan.
Selesai nih kompetisi di hari pertama, kita langsung disuguhi Garden Party sama panitia di lobi Auditorium FK. Wah seru sekali, karena peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, panitia sengaja memperkenalkan cirri khas Kota Gudeg yang sarat nilai budaya. Mini Stage di desain dengan kain batik dilengkapi dengan sepeda ontel dan motor jadul, untuk makan malam kami di suguhi Sego Kucing, ga tanggung-tanggung akringan beserta pemiliknya diboyong ke FK.

Capek, saatnya merebahkan badan, dengan diantar panitia menggunakan bus yang telah disediakan kami menginap di salah astu hostel di Jalan S. Parman no 7. Special thx for Mr, Nur yang menemani kami selama kompetisi dan our beloved LO Niken and Tiara, yang setia mendampingi kami sampai penginapan . Kami tim EDC tinggal satu kamar dengan teman-teman dari Universitas Airlangga. Haduduh, temen sekamar kami agak geje nih, ada Zakiya, ada woro, dan ga ketinggalan Ela sedangkan tim NSC satu kamar bersama teman-teman dari akper banyumas. Such a great experience to be your roommates gurls :D

Hari kedua, 9 Juni 2012.
Menegangkan sekali, hari ini NSC menantikan pengumuman apakah mereka masuk semifinal ato tidak, dan tim EDC hari ini berjuang di semifinal. Well tim EDC kali ini berkesempatan adu pendapat dengan Tim UI A dengan Motion THW Would Band Medical Students from Accepting Scholarships from cigarette companies. Namun sayang, setelah perdebatan sengit memertahankan pendapat masing-masing, kami terpatahkan oleh UI A, tapi gapapa NSC membawa kabar gembira, mereka masuk semifinal dan telah menyelesaikan kompetisi. Well untuk final EDC didapatkan hasil UI A bertemu dengan UI B, dengan motion THW Force Newly Graduated to Work in Remote Areas. Hasil dari final EDC akan diumumkan esok hari, dan kami harap-harap cemas semoga kami masuk The Big Three. Ameen.. :D
Setelah merasakan atmosphere kompetisi yang luar biasa selama 2 hari, kami berkesempatan untuk me- refresh lagi pikiran kami. Difasilitasi oleh panitia, seluruh peserta Nersvaganza Nasional berkesempatan menikmati eksotisme kota Yogyakarta dalam rangakain acara Jogja City Tour. Kami mengunjungi benteng Vredeberg yang didalamnya terdapat berbagai diorama di masa perjuangan. Lalu tak ketinggalan Jl Malioboro menjadi surge belanja bagi para kaum hawa. Ok, hari yang indah tentu saja tetap bersama Entrostop hehehe..
Yuhhuuu, hari ketiga nihhh …
Hayo siapa yang bisa nggambarin muka galau kami di hari ketiga ini??? Asli deg-deg an banget menanti pengumuman. Jadi, hari ketiga kami disuguhi seminar dengan tema ‘Penerapan 3N ( NANDA, NIC, dan NOC) pada Anak Difabel untuk Meningkatkan Quality of Life’ . Aduuhh, juju raja nih kagak konsen ikut seminar. Akhir datang juga waktu yang dinanti #kaya judul lagu ya..#. Alhamdulillah Team EDC berkesempatan menggondol trophy Third Winner yeay!!! Second Winner diraih oleh UI A, dan trophy first winner jadi milik UI B. Muka Tim NSC UNDIP uda ga karuan nih, Akper Banyumas keluar sebagai juara 3, diikuti Universitas Indonesia nongol sebagai juara 2, antara juara pertama atau juara keempat yaa?? Alhamdulillah lagiiii... tim NSC jadi juara satu lhoh.. :D
Hhuhuhu, terharu sekali saat aku dan Marissa maju menerima Trophy dari PPNI Provinsi Yogyakarta.
Alhamdulillah, Thx a bunch for our beloved Lecturer Mr. Asih Nurakhir atas masukan dan dukungan yang telah diberikan, buat Niken makasih banyak uda jadi penghubung kami dengan panitia, pontang-panting nyariin transport buat kita, buat Tiara hahaha terutama aku mau bilang makasih untuk Entrostop nya yang jadi senjataku slama kompetisi berlangsung. Berikut terimakasih banyak untuk PSIK FK UNDIP atas segala dukungan yang diberikan # aduh berasa habis dapet Grammy aja neh..
Sekian ceritaku. Semangat berkarya ya teman-teman :D

Well kali ini tentang pengalaman seru bersama teman-teman kontingen keperawatan UNDIP di ajang Nersvaganza Nasional yang diselenggarakan di Univesitas Gajah Mada Yogyakarta 8-10 Juni 2012 kemarin. Apasih Nersvaganza itu, nah Nervaganza itu adalah acara tahunan milik Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia semacam olimpiade untuk anak-anak keperawatan gitu deh.
Bertolak dari Semarang jum’at 8 juni pukul 06.30 WIB, pake travel Cip******, aku masih setia memasang muka ngantuk ku, gara-gara abis latihan langsung cus ke puskesmas buat responsi dan baru pulang pukul 23.00 WIB. Oiya sini-sini saya kenalkan personel dari kontingen keperawatan UNDIP, dari perwakilan NURSING SKILL COMPETITION (NSC) kita punya, Eva Dwi Mayrani ( yang kalo manggill dia kita harus pake pronunciation yang bener jadinya gini “Ewa” gituu), ada Dwi Nur Rahmantika a.k.a Enyak, dan yang terakhir Marissa. Perwakilan ENGLISH DEBATE COMPETITION kita punya Nur Hafizah Widyaningtyas a.k.a Fiza, Azka Fathiyatir R and me. Kami juga punya pendamping setia dari Hublu HIMKA, tarrrraaaa dia dalah Niken Purbo Laras (mungkin dia sahabat dekatnya cindelaras kali ya??).Well dengan formasi ini kita siap bertempur memperjuangkan nama baik almamater tercinta :D

Mengemban tugas Negara membuatku over nervous, sampai-sampai motilitas usus ku meningkat #hasseek bahasa ku# Iya serius nih, sampai-sampai aku kenceng banget megang tangan Fiza yang duduk disampingku, uda mirip adegan ibu hamil nahan kontraksi gitu deh. Untungnya travel yang kita tumpangi punya Restspot.
Setelah hampir 3,5 jam melewati jalan Semarang- Jogja yang berliku-liku akhirnya kami sampai juga di Faculty of Medicine Gajah Mada University, wah ini nih atmosfer nya uda makin kerasa aja. Kami disambut oleh LO kami tercinta, Mutiara yang akrab dipanggil Tiara. Kami segera diantar ke Gedung Ismangoen, naruh tas lalu bergegas mengikuti technical meeting. Dan satu hal ga elit yang aku lakukan adalah langsung meminta tolong Tiara untuk nyariin Entrostop # sumprit malu banget sebenernya.
Setelah mengikuti Technical Meeting, kami makan siang. Terjadi kesenjangan di sini, bagaimana tidak yang mendapatkan makan siang dari panitia hanya tim NSC saja, sedangkan tim EDC dapet snack doang. Tapiiii.. karena kita setia kawan, jadi kita makan bareng-bareng deh makan siangnya # tapi tetep aku Cuma makan seuncrit, takutnya terjadi reaksi yang tidak diinginkan pada perutku, soalnya Entrostop pesenanku belum datang.

Pukul 13.00 WIB kompetisi dimulai, tim EDC bertahan di lantai 3 untuk Tech-meet dan Match up bareng English Debating Society-nya UGM (EDS UGM). Sementara itu tim NSC turun ke Mini Hospital di lantai 1. Makin semangat saat Mr. Nur hadir mendampingi kami.
Nah, untuk round pertama di EDC kami tim debate bekesempatan mencicipi debate bareng temen-temen dari UNIBRAW, dan mbak Punjung berlaku sebagai Adjudicator kami di Round pertama ini. Alhamdulillah kami unggul di Round pertama dengan motion THBT the Classification of Hospital is a Discrimination of Health Services, berdiri di Opposition team kami berhasil mempertahankan case yang kami angkat dengan margin 4, yeay!! :D
Sekarang masuk ke Round ke dua, mengusung motion TH Regret the Implementation of PBL system in Medical Faculty. Berada di kubu Government kami di patahkan oleh tim Universitas Indonesia B dengan margin 4 juga.
Ini nih Round ke tiga dengan motion yang agak ringan namun lumayan juga, THBT Untrained and Uncertified Health Workers ( Dukun etc.) Should be Supported to Give Health Services , kali ini kami berperan sebagai Affirmative team melawan teman-teman dari Stikes dr. Supraoen. Ini nih yang bikin deg-deg soalnya panitia pake silent Round jadi kami ga tau menang ato kalah dari Stikes dr. Supraoen.
Now is the time to announce the 4 breaking teams, yeay, yeay, yeay.. kami harap-harap cemas nih… tim pertama yang masuk breaking teams adalah Universitas Indonesia A dengan 3 VP (kemenangan) tapi scorenya berapa lupa margin 17. Disusul Universitas Indonesia B dengan 3 VP, score 667 dan margin 12. Tim ketiga yang berhasil masuk breaking teams adalah Universitas Gajah Mada dengan 2 VP, score 670 margin -8. Hayo tebak siapa yang keempaaat???? Yeay! Kami jadi yang keempat masuk breaking teams, Universitas Diponegoro dengan 2 VP, SCORE 667 dan margin 5. Hah, ga sia-sia aku minum 5 tablet Entrostop di hari pertama hehe.. ^.^v. Alhamdulillah ya Allah..
Oiya, kabar dari NSC, tim kami sempet down sampai hampir nangis karena merasa ga maksimal dengan usaha yang telah mereka lakukan saat kompetisi. Saling memotivasi, itulah yang kita lakukan.
Selesai nih kompetisi di hari pertama, kita langsung disuguhi Garden Party sama panitia di lobi Auditorium FK. Wah seru sekali, karena peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, panitia sengaja memperkenalkan cirri khas Kota Gudeg yang sarat nilai budaya. Mini Stage di desain dengan kain batik dilengkapi dengan sepeda ontel dan motor jadul, untuk makan malam kami di suguhi Sego Kucing, ga tanggung-tanggung akringan beserta pemiliknya diboyong ke FK.

Capek, saatnya merebahkan badan, dengan diantar panitia menggunakan bus yang telah disediakan kami menginap di salah astu hostel di Jalan S. Parman no 7. Special thx for Mr, Nur yang menemani kami selama kompetisi dan our beloved LO Niken and Tiara, yang setia mendampingi kami sampai penginapan . Kami tim EDC tinggal satu kamar dengan teman-teman dari Universitas Airlangga. Haduduh, temen sekamar kami agak geje nih, ada Zakiya, ada woro, dan ga ketinggalan Ela sedangkan tim NSC satu kamar bersama teman-teman dari akper banyumas. Such a great experience to be your roommates gurls :D

Hari kedua, 9 Juni 2012.
Menegangkan sekali, hari ini NSC menantikan pengumuman apakah mereka masuk semifinal ato tidak, dan tim EDC hari ini berjuang di semifinal. Well tim EDC kali ini berkesempatan adu pendapat dengan Tim UI A dengan Motion THW Would Band Medical Students from Accepting Scholarships from cigarette companies. Namun sayang, setelah perdebatan sengit memertahankan pendapat masing-masing, kami terpatahkan oleh UI A, tapi gapapa NSC membawa kabar gembira, mereka masuk semifinal dan telah menyelesaikan kompetisi. Well untuk final EDC didapatkan hasil UI A bertemu dengan UI B, dengan motion THW Force Newly Graduated to Work in Remote Areas. Hasil dari final EDC akan diumumkan esok hari, dan kami harap-harap cemas semoga kami masuk The Big Three. Ameen.. :D
Setelah merasakan atmosphere kompetisi yang luar biasa selama 2 hari, kami berkesempatan untuk me- refresh lagi pikiran kami. Difasilitasi oleh panitia, seluruh peserta Nersvaganza Nasional berkesempatan menikmati eksotisme kota Yogyakarta dalam rangakain acara Jogja City Tour. Kami mengunjungi benteng Vredeberg yang didalamnya terdapat berbagai diorama di masa perjuangan. Lalu tak ketinggalan Jl Malioboro menjadi surge belanja bagi para kaum hawa. Ok, hari yang indah tentu saja tetap bersama Entrostop hehehe..
Yuhhuuu, hari ketiga nihhh …
Hayo siapa yang bisa nggambarin muka galau kami di hari ketiga ini??? Asli deg-deg an banget menanti pengumuman. Jadi, hari ketiga kami disuguhi seminar dengan tema ‘Penerapan 3N ( NANDA, NIC, dan NOC) pada Anak Difabel untuk Meningkatkan Quality of Life’ . Aduuhh, juju raja nih kagak konsen ikut seminar. Akhir datang juga waktu yang dinanti #kaya judul lagu ya..#. Alhamdulillah Team EDC berkesempatan menggondol trophy Third Winner yeay!!! Second Winner diraih oleh UI A, dan trophy first winner jadi milik UI B. Muka Tim NSC UNDIP uda ga karuan nih, Akper Banyumas keluar sebagai juara 3, diikuti Universitas Indonesia nongol sebagai juara 2, antara juara pertama atau juara keempat yaa?? Alhamdulillah lagiiii... tim NSC jadi juara satu lhoh.. :D
Hhuhuhu, terharu sekali saat aku dan Marissa maju menerima Trophy dari PPNI Provinsi Yogyakarta.
Alhamdulillah, Thx a bunch for our beloved Lecturer Mr. Asih Nurakhir atas masukan dan dukungan yang telah diberikan, buat Niken makasih banyak uda jadi penghubung kami dengan panitia, pontang-panting nyariin transport buat kita, buat Tiara hahaha terutama aku mau bilang makasih untuk Entrostop nya yang jadi senjataku slama kompetisi berlangsung. Berikut terimakasih banyak untuk PSIK FK UNDIP atas segala dukungan yang diberikan # aduh berasa habis dapet Grammy aja neh..
Sekian ceritaku. Semangat berkarya ya teman-teman :D

Saturday, May 26, 2012
Untuk Bersamamu Seperti Ini Saja akan Menjadi Hal yang Sangat Sulit Nanti
Malam itu, kita tertawa. Ya kita tertawa lepas, saling melempar guyonan yang membuatku semakin tak ingin mengakhiri kebersamaan kita. Aku menyanyikan lagu kesukaanku dan kamu mendengarkan, aku bercerita panjang lebar dan kamu pun mendengarkan, entah kamu bosan atau tidak mendengar ocehanku. Sesekali kamu membuatku cemberut, lalu kamu akan tertawa lepas saat melihat wajahku manyun. Aku kembali bercerita sambil menyandarkan kepalaku di lenganmu, dan kamu mendengarkan (lagi). ‘nyaman sekali bersandar di lenganmu, jangan bosan mendengarkan celotehku yaa ….’
Kamu, pintar sekali memilih tempat untuk berbincang malam itu. Aku suka sekali tempat itu, aku suka karena dari tempat itu aku dan kamu bisa melihat jutaan kerlip lampu yang indah, aku juga bisa melihat kerlipan lampu pesawat yang melintas, bahkan jika malam itu sedang hujan meteor pun aku yakin kita bisa melihatnya dengan jelas. ‘Bagus ya lampu-lampu itu’ kataku sambil mengarahkan telunjukku pada lampu-lampu itu ‘ apanya yang bagus?’ katamu. Entahlah mungkin kebetulan saja kamu memilih tempat itu, hingga bisa sesuai dengan apa yang aku suka. Tapi yang jelas membuatku bahagia malam itu adalah bukan seberapa indahnya tempat itu atau seberapa banyak kerlip lampu yang bisa kita saksikan, namun disisimu, ya berada disisimu itu sungguh membuatku bahagia.
Begitu banyak hal yang kita bagi malam itu. Salah satunya tentang ramalan jodohku waktu SMA, sungguh konyol sekali, menurut ramalan (yang tentu saja aku tak mempercayainya waktu itu) inisial jodohku sama dengan inisial namamu. ‘jangan geer kamu’ katamu, haha aku hanya bisa tertawa saat itu ‘hey tentu saja aku berharap itu adalah kamu’.
Sudah lewat jam 9 malam, aku merengek mengajakmu pulang, tapi kamu tak mengabulkan.
Lagi, aku bercerita kali ini tentang tingkah salah seorang temanku yang sungguh menjengkelkan, kali ini kamu tak menanggapi kamu hanya menguap,entahlah mungkin membosankan. Berikutnya aku berceloteh tentang bagaimana jika nama spesies mangrove dalam penelitianmu, Avicennia marina aku gunakan untuk nama anakku kelak, engkau hanya tersenyum. ‘Kamu tau? Aku berharap kamu lah yang akan menjadi ayah dari anak itu’
Entah, sudah berapa kali aku merengek mengajak pulang, dan kamu tak mengabulkannya (lagi).
Kamu bilang, biasanya dua orang yang berjodoh, ukuran kelingking sang laki-laki sama dengan ukuran jari manis perempuannya, dan teori inilah yang sering digunakan untuk mengukur cincin pernikahan. Aku reflek mengulurkan jari manisku. ‘ Apa?’ katamu, kutarik kembali jari manisku sambil memasang muka manyun, kamu tertawa lepas, lalu mengulurkan kelingkingmu tapi aku menyembunyikan jari manisku dibelakang punggungku. ‘tau tidak? Aku takut jika jari manisku tak sama dengan kelingkingmu, dan kalaupun ukuran jari manisku sama dengan kelingkingmu aku takut aku akan semakin beharap lebih padamu’
Ketika mulai membicarakan tentang kelulusanmu, kamu lebih banyak diam dan tak menanggapi dengan ekspresi apapun. Entahlah, diammu itu pertanda apa, tapi sepertinya bukan karena kita tak akan bertemu lagi. ‘Nanti kalau kamu lulus ga akan ada lagi yang nyubitin kamu,yang ribut, yang manyun dan yang menyebalkan sepertiku’,kamu diam tak menanggapi akupun ikut diam. Kamu merebut netbookku lalu tertawa melihat hasil kerjaku, lagi-lagi aku manyun dan tawamu semakin lepas. Kamu mengusap-usap kepalaku hingga jilbabku berantakan, lalu beranjak menuju motormu, ‘ayuk pulang’. Aku berharap bisa terus melihat tawa lepasmu itu, ya terus dan selalu dalam setiap hari yang aku lalui. Tapi aku tersadar untuk bersamamu seperti ini saja akan menjadi hal yang sangat sulit nanti setelah kelulusanmu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

